30 November 2009

Masih Tentang Kenangan



Koridor itu masih sama seperti 3 tahun lalu.
Masih ramai dengan penjaja makanan ringan, masih seramai mahasiswa yang duduk lesehan, bercengkrama dengan gosip-gosip artis, cowok keren atau cewek manis  yang jadi pacarnya si anu, putus sama si itu sampai dengan memperdebadkan masalah politik kampus dan pemerintahan. Maklumlah mahasiswa. Dan aku selalu suka keributan kecil itu atau ketika sapaan yang menggoda diwaktu kita melewati sekelompok anak-anak jurusan teknik.

"Hai cewek" begitu sapaan mereka. Atau "Yang baju merah, kenalin dong?"
Haha...dulu aku selalu merasa risih dengan godaan-godaan itu, lalu sekian lama berlalu akhirnya aku mulai merindukannya. Ah, dasar aneh.

Koridor itu masih sama seperti saat kita tinggal kan 3 tahun yang lalu.
Masih dikelilingi pohon-pohon yang rindang, masih dilalui rumput-rumput yang merambat, bahkan masih ditebari dedaunan dari sang pohon lindung. Udaranya masih sama. Masih sesejuk saat kita menghirupnya. Bersama-sama di siang yang panas.

Koridor itu masih tak berubah seperti 3 tahun yang lalu.
Masih dikunjungi oleh mahasiswa-mahasiswa yang 'ngeh' dengan informasi, sampai rela genjet-genjetan di depan mading kampus. Koridor itu lah saksi tawa mereka yang namanya terpajang sebagai penerima beasiswa, atau saksi tangis mereka yang mendapatkan sanksi dari pihak kampus. Dan koridor ini juga menjadi saksi perjuangan dan keberhasilan kami sang mahasiswa jenius, dan Tim solid yang mengharumkan nama kamus. Aku selalu suka koridor yang ini. Tempat yang biasa aku lewati setiap pagi, siang, sore dan setiap hujan tiba, aku selalu setia menyusurinya. Bahkan ketika kesunyian melingkupi tempat itu, aku masih selalu setia melewatinya.

Koridor itu masih selalu sama meski tahun-tahun telah berlalu
Tempat kita melangkah pelan-pelan dalam kebisuan. Wakti itu kita merasa frustasi dengan tumpukan tugas yang tak kunjung kelar dan waktu kita merasa hampir menyerah ketika musim sidang semakin dekat namun kita belum menyelesaikan Tugas Akhir. Kita berjalan lambat dengan kebisuan, hanya suara derap sepatu kita yang terdengar, sesekali tarikan nafas kita yang terasa berat. Aku selalu merindukan saat-saat itu. Saat dimana tak ada tempat bagi kita disudut mana pun, hingga akhirnya kita mulai menyusup ke celah-celah sempit yang tak bertuan. Lalu dari sana kita memulai semuanya. Menyusuri tawa yang sejenak telah kita tinggalkan. Dari sudut itu kita kembali merangkai mimpi baru dan menjadikannya titik tujuan selanjutnya.

Dan pada akhirnya kita pun meninggalkan koridor panjang itu, menuju titik yang telah kita rangkai bersama.

Koridor itu pun kembali kehilangan penghuni...

***


Cerita Dalam Kenangan





....Lalu kita bercengkrama di bawah pepohonan yang teduh, bercerita tentang berbagai hal di tempat itu. Kau ingat, kita menamakannya DPR (Di bawah Pohon Rindang). Di sana kita duduk di bangku kayu yang tak berpenghuni atau di jenjang beton yang memang khusus dibuat untuk melewati tempat itu. Atau kita bersama-sama lesehan di rumput yang telah terawat bertahun-tahun lalu.

Di sana kita tertawa, melepas penat setelah bergulat dengan mata kuliah yang membosankan atau hanya untuk menunggu giliran masuk mata kuliah selanjutnya dan terkadang, di saat kita mulai merasa centil, maka di sana adalah latar yang paling indah untuk berfoto bersama. "

Cheeeeeers...." itu yang selalu kita teriakkan ketika kamera siap membidik dan secara spontan, berbagai macam gaya dan face akan keluar, ketahuan juga siapa yang nggak kamera face.

"Wah...aku jelek nich. Ulang-ulang" begitu salah satu dari kita akan berkata ketika hasil jepretannya tak sesuai selera dan dengan berbagai macam bujukan, akhirnya kita kembali mengulang adegan itu sampai mendapat hasil yang paling bagus.

Namun, sewaktu-waktu kita pernah pula menjadi renggang. Keegoisan kadang-kadang menguasai kita. Dan tanpa sadar kita telah merusak semuanya. Tapi ternyata kita bisa melewati itu. Dan pada akhirnya kita akan berpelukan dan menagis bersama. Aku selalu tertawa setiap mengingat adegan itu. Itu adalah kesan terindah yang pernah kita lewati bersama.  Bersama-sama berbagi rasa.

Sampai pada saatnya kita pun berlalu, meninggalkan waktu-waktu terbaik itu dalam kenangan....

---

Itu adalah sekelumit kisah kita yang bisa ku rangkai saat ini. Selebihnya telah ku simpan di memory hati ku. Sampai kapan pun, ia akan tinggal di sana. Selamanya. Kau jangan takut kawan, ia tak akan terhapus oleh virus apa pun. Percayalah.


Memory

28 November 2009

Cerita Orang Bingung



Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya tentang diri ku
Tak lagi bertanya tentang diri mu, dirinya atau mereka
Ini saatnya untuk diri ku
It's time for me, begitu bahasa kerennya ku dengar
Lalu ketika memulainya ku merasa bingung
Apa yang harus aku ceritakan tentang diri ku
Aku tak tahu
Bagaimana diri ku?
Ada apa dengan diri ku?
Apa ingin ku?
Banyak tanya akhirnya terurai
Dan aku letih jika harus menjawabnya satu persatu
Maka ku akhiri saja pertanyaan bodoh ini
Lalu menutup cerita tentang diri ku
Sebab jika terus memaksakannya
Cerita ini tak akan berakhir
Bahkan sampai aku menyerah pun
Cerita ini akan tetap bergulir
Ia seperti lingkaran setan yang tak berkesudahan
Aku bingung dan memilih tuk mengakhiri cerita ini


---

26 November 2009

Bersama Mu



Aku yakin,
Kita tak butuh apa pun untuk membuat dunia ini menjadi indah
Bersama mu, itu lebih dari cukup untuk melukiskan semuanya

---

25 November 2009

Siapa dan Dimana



Aku sedang mencarinya
Masih mencari
Selalu berharap akan menemukannya
Lalu mengabadikannya di sini
Di hati ku
Kau tahu kini ia ada dimana?
Kadang aku lelah bertanya-tanya
Siapa dan dimana
Kadang aku merasa putus asa untuk terus berharap
Namun kadang hati selalu berprasangka baik pada nya
Lalu asa ku kembali bernyanyi
Dan terus menunggu menemukannya
Di sana atau Di sini
Atau di dekat ku


---

24 November 2009

Membuka Jendela Dunia


Pernah nggak sih, kamu punya impian untuk keliling dunia. Atau sekolah ditempat-tempat favorite di belahan dunia lain? Aku sering. Namun, nggak semua orang bisa mewujudkannya. Karna mewujudkannya tak semudah memimpikannya. Keterbatasan dalam berbagai hal membuat ku, tak urung untuk bersabar menunggu waktu mengabulkan semua. Makanya, untuk menghibur diri aku melarikan diri dengan membaca. Banyak buku yang sudah baca dari umur ku masih belia, hingga sekarang. Bedanya kalo aku dulu suka baca buku yang ringan-ringan kayak Trio detektif, lima sekawan, komik conan, serial cantik, majalah-majalah remaja. Sekarang aku lebih sering baca buku yang agak sedikit sastra dan buku-buku motivasi, atau buku-buku yang tebal dan penuh dengan analisis atau fantasi. Kayak Harry potter, The davinci code, Angel and demon, Khalil gibran, Ayat-ayat cinta, supernova, jakarta undercover, ESQL, sampai yang terbaru aku baca Negeri lima menara dan banyak buku lainnya, yang aku lupa judulnya saking banyaknya.

Dari membaca buku, aku bisa melihat semuanya, mengetahui apa yang selama ini belum aku ketahui, bahkan impian untuk keliling dunia, terasa menjadi nyata. Aku serasa membuka jendela dunia dan memandangnya lewat imajinasi ku. Buku bagai sebuah teman yang bisa bercerita apa saja, bahkan bisa menasehati kita.

Sayang sekali, semakin canggihnya dunia teknologi kadang membuat buku seperti ditinggalkan. Buku seperti jendela yang tertutup, hingga kemudian berdebu dan dunia di dalamnya ikut terkunci rapat-rapat. Makanya aku ikut Tag Book ini, yang dikenalkan oleh seorang teman blogger bernama Rizky

 Inilah tugas yang harus aku lakukan biar, teman-teman semua bisa tahu betapa pentingnya sebuah buku. Aku presentasikan dulu ya, Bismillahirahmaanir rahiiim :


Describe yourself : “Sukses Tanpa Gelar” – Andrias Harefa
(Aku hanyalah manusia biasa yang ingin meraih sukses meskipun tidak berpendidikan tinggi dan tanpa gelar apapun, aku ingin membangkitkan Roh Keberhasilan dalam diri ku)

How do you feel ? : “Kidung Suka Cita” - Mary & Carol Higgins Clark
(begitulah hari- hari yang aku inginkan untuk menghiasi hari-hari ku)

Describe where you currently live ! : ““Rumah Ku Syurga Ku ” – Maftuh Ahnan”
(Dirumah seperti itulah tempat tinggal yang aku inginkan, semoga aku bisa menjadikan Rumah ku adalah syurga ku, Amin….)

If you could go anywhere, where would you go : “Fantasi” - Sandra Brown
(aku ingin mewujudkan semua fantasi-fantasi ku, apakah itu mungkin ? atau hanyalah sekedar mimpi ? Semoga saja semua itu bukanlah mimpi)

Your favorite form of transportation : Samudra Makrifat – Labib MZ & Maftuh Ahnan
(kendaran favorit aku adalah hati, kenapa ? karena dengan hati aku bisa menentukan kemana arah yang akan aku tuju, Hati adalah Bahasa Illahi)

Your best friend is ? : Maharani “SOLD OUT” – Pearl S. Buck
(mengingatkan aku pada seorang sahabat sejati, Maharani namanya, namamu akan tetap selalu ada didalam jendela kenangan ku, Dibawah batu nisan kini kau telah sandarkan, kasih sayang kamu begitu dalam, aku hanya mampu ucapkan selamat jalan kawan....)

You and your friends are : “The Client” - John Grisham
(tanpa teman aku bukanlah siapa-siapa dan tidak bisa menjadi apa-apa)

What's the weather like : “Rendesvous in the Snow” - Michio Kaku
(aku ingin bermain dengan salju, membuat bola salju seperti yang sering aku lihat di tv… tapi kapan aku bisa ? semoga saja)

What is the best advice you have to give : Langkah-Langkah Menguasai Waktu dan Hidup – Alan Lakein
(itulah yang ingin aku berikan, semoga saja aku bisa)

Your Fear : “Belenggu” – Armijn Pane
(aku tidak ingin terbelenggu bayangan masa lalu, aku ingin menjadi tuan dari kenyataan (realita) yang aku hadapi saat ini bukan menjadi budak dimasa lalu)

Thought for the day : “Dzikir dan Kontemplasi” – Dr. Mir. Valiudin
(Walaupun aku belum bisa istiqomah, tapi aku akan terus berusaha)

How would I like to die ? : “Diatas Sajadah Cinta” - Habibburahman El Shirazy
(aku ingin mati di dalam sujud dihadapan cinta sang Illahi (Khusnul Khatimah))

Nah, sekian presentasi dari aku. Semoga teman-teman semua suka. Buat Rizky. Tugasnya udah aku selesaikan, makasih ya buat tugas mulianya. Huah...jadi lega. Btw salah salah satu dari buku di atas, udah ada juga yang aku baca ternyata. Hehehe..

Biar teman-teman bisa membuka jendela dunia dan menikmati indahnya menjelajahi ruang dan waktu, makanya aku tugaskan juga buat teman-teman di bawah ini nich, yang semangat ya dan jangan menyerah :
  1. Ruang Jeda
  2. PENCAKAR LANGIT
  3. a li'l journey
  4. Blog Raxen
  5. Blog Dhika
  6. Pohon
  7. NaiCaNA
  8. Painting The Sky
  9. Blog Christie
  10. Blog Ajenk
  11. DUNIAKU (LOVE AND LIFE)
  12. Little Notes from My Big Life
  13. Yummy lolly....in a lazy Sunday afternoon!
  14. Ello Aristhosiyoga : LoversoiX
  15. TuLisaN ByaSa
  16. Santai sejenak 
    Sebelumnya, makasih buat teman-teman yang udah mau ikutan buat melaksanakan tugasnya. Bersama-sama kita membuka jendela dunia ya.

    ---

    23 November 2009

    Dipilih....Dipilih....Tinggal Pilih Award Yang Disuka

    Aih...aih...senangnya. Sekali dapat award langsung banyak. Huahahaa....pengen ketawa ngakak, tapi nggak enak, masih pagi soalnya. Makasih ya buat sahabat-sahabat blogger semuanya. Khususnya buat Rizky yang udah memberikan kepercayaan untuk menerima award ini. Hehehe...serasa lagi nerima piala oscar, jadi kehabisan kata-kata. Buat Rizky, awardnya nggak mau aku pilih, aku mau semuanya. Boleh kan? Hahaha...Maruk banget sih aku. Tapi siapa juga yang nggak senang dapat award.

    Yang ini nih, award yang aku dapat dari Rizky 








    Nah, biar nggak dibilang maruk, aku juga mau kasih award ini buat teman-teman blogger lainnya. Biar adil and semua jadi semangat ngeblog. Dari sekian banyak teman, yang ini nih yang aku percayakan dapat award :

    1. PENCAKAR LANGIT
    2. Blog Raxen
    3. Little Notes from My Big Life
    4. Yummy lolly....in a lazy Sunday afternoon!
    5. Ello Aristhosiyoga : LoversoiX
    6. TuLisaN ByaSa
    7. Santai sejenak 

    Buat sementara ini dulu ya, teman-teman yang ku kasih award. Kalo yang belum kebagian, sabar ya. Lain waktu pasti kebagian. Huaaah...duh, ternyata pegel juga nyeleksinya. Hehehe... ya sudah, selamat menikmati award yang bejibun ini. Semoga suka and terus berkarya ya...

    ---

    21 November 2009

    Sayang Sekali



    Sayang sekali kau tak datang
    Padahal aku sudah berdandan semanis mungkin
    Memakai gaun biru yang kau hadiahkan waktu itu
    Dan dengan sabar menunggu mu di taman belakang
    Tempat yang ku tuliskan semalam dalam surat cinta ku
    Aku duduk diam di atas hamparan dedaunan yang membisu
    Namun sayang sekali kau datang
    Dan aku pun ikut membisu karena nya

    ----

    Secangkir Kosong




    Kau lihat cangkir tua ini kan
    Kini ia kosong
    Sudah lama tak terisi
    Sudah lama tak tersiram air panas
    Sudah lama tak tersentuh jemari ku -- jemari mu
    Sudah lama sekali aku tak menyeduh kopi di sana
    Itu karna kau
    Karna kau tak ada lagi di sini
    Merengek untuk dibuatkan kopi di pagi hari
    Dan cangkir tua ini pun akhirnya pensiun
    Kosong
    Lalu tersingkirkan

    ----

    Terinspirasi Dari Semut

     

    Lihatlah kawan.
    Apa kita bisa seperti sang semut?
    Menyadari dengan kekurangan, lalu berjuang
    Jangan menyerah, pastilah itu yang terlintas di otak kecilnya
    Kata yang sering mengunjungi kita, namun sering terabaikan
    Kapan kata itu bisa benar-benar menyatu pada kita?
    Entahlah kawan
    Mungkin saat ini, esok hari atau lusa
    Semoga saja saat itu belum terlambat

    ---

    Hitam Bukan Cuma Warna


    Kalo ada yang bertanya ke kamu, warna kesukaan mu apa? Maka selanjutnya akan banyak warna yang terurai, bermacam-macam, seperti warna pelangi. MeJiKuHiBiNiU. Banyak sekali, sekalian dengan arti dari warna tersebut. 

    Misalnya :
    Biru artinya: kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.
    Keabu-abuan artinya: Serius, bisa diandalkan dan stabil
    Merah muda artinya: Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminin
    Merah artinya: Kuat, berani, percaya diri, gairah
    Kuning artinya: Muda, gembira, imajinasi
    Hijau artinya: Kesejukan, keberuntungan, dan kesehatan.
    Putih artinya : Kesucian

    Sedangkan Hitam artinya: Elegan, kuat, sophisticated

    Hitam. Itu adalah warna yang sering sekali diartikan negatif oleh orang-orang. Warna yang kadang kala melambangkan kematian atau belasungkawa. Atau ada juga yang berpendapat warna hitam adalah warna miliknya pemuja setan. Apa benar begitu?

    Kalo kamu berpikiran sempit, jelas kamu akan setuju dengan pendapat itu. Tapi aku yakin, kamu tak sepicik itu, sama seperti ku. Buat ku hitam itu bukan cuma warna. Ia pelengkap dalam setiap apa pun, bayangkan kalo tidak ada warna hitam di dunia ini, apa jadinya coba? contoh yang dekat aja dulu, sebuah tinta print. Kalo kamu mau ngeprint dengan satu warna hitam saja, itu biasa kan. Tulisannya bakal tetap jelas. Nah, coba kalo kamu ngeprint dengan warna lain tanpa warna hitam, apa jadinya? Tulisannya akan buram kan, malahan kadang printernya bakal error dan bilang gini "black ink cartridge error". Nah, sekarang ngerti kan, kalo hitam itu bukan cuma warna.

    Hitam itu lambang sebuah kekuatan dan keunikan. Lihat aja, gambar atau foto hitam putih, kalo warnanya cuma putih doang, pasti nggak kelihatan dong. Tapi kalo udah ada warna hitamnya, pasti kesan sebuah gambar itu akan terlihat antik dan artistik. Pokoknya banyak banget deh contohnya jikalau nggak ada hitam.

    So, jangan cuma bilang gelap buat hitam karna hitam itu juga berarti kehidupan. Hitam bukan cuma warna, ia adalah suatu pelengkap dalam kehidupan.

    Hitam, nggak takut tuh !! Djarum Black aja hitam. Hihi...


    17 November 2009

    Sinis

    Enak ya jadi penguasa
    Bisa dengan mudah menyalahkan hamba yang tak berdaya
    Bisa dengan leluasa memberi harta lalu meminta kembali tanpa merasa berdosa
    Bisa dengan mudah melempar umpan kemudia berlalu
    Tanpa peduli sang peminta lelah menunggu jawaban

    Enak banget ya jadi penguasa
    Lalu bagaimana dengan kita--sang peminta
    Apa enaknya jadi kita
    Hanya bisa mengulum senyum untuk sebuah penghinaan
    Untuk sebuah tangis yang tak sempat tertumpahkan

    Oh, kata mereka kita bisa meminta
    Kita bisa menikmati pemberian sang penguasa
    Lalu kita bisa tertawa melihat sang pengusa melempar koin keberuntungannya
    Begitu kata mereka--kaki tangan sang penguasa
    Apa enaknya coba
    Toh yang kita dapatkan cuma sisi hitamnya
    Sisi yang bagi mereka pantas untuk kita
    Bagi sang peminta yang buat mereka hanya sebagai sampah

    Uh, enak banget ya jadi penguasa
    Andai suatu saat roda berputar sebaliknya
    Apa mereka masih bisa merasakan enaknya jadi penguasa?




    --Puisi yang tercipta tanpa sengaja. Awalnya nggak mau bikin puisi yang sinis kayak gini, tapi ternyata kata-kata dan jemari tak bisa dihentikan--



    Cinta Ku Tak Menua Untuk Mu


     


    Kau lihat kan, kini aku sudah tampak berbeda
    Aku sudah renta
    Kulit ku sudah keriput
    Rambut ku sudah memutih
    Mata ku tak lagi bisa memandang mu dengan awas
    Kadang kala, aku pernah tak menghiraukan panggilan mu
    Bukan karna aku tak peduli
    Bukan karna aku mulai mengacuhkan mu
    Sama sekali bukan karna itu
    Ini hanya karna waktu yang tak lagi berpihak
    Aku sudah terlalu tua untuk sekedar memancing gejolak asmara kita
    Namun, kau harus tahu
    Di hati ku yang terdalam,
    Cinta ku tak ikut menua karnanya
    Kasih ku masih tetap sama seperti pertama kita bertemu
    Bahkan rasanya semakin hari semakin besar baranya membakar
    Ah, sayang
    Kau lihat lah kita ini
    Kita sudah terlalu tua untuk meributkan hal-hal yang seperti ini
    Bukan kah puluhan tahun kita hidup bersama?
    Ayo lah kasih...
    Ulurkan tangan mu dan peluk aku



    ---

    15 November 2009

    Rumah Bantuan Gempa di Sumbar

    1 bulan pasca gempa di Sumbar, tetapi bantuan masih saja mengalir dari berbagai pihak. Baik itu berupa bahan makanan, obat-obatan, maupun bantuan rekonstruksi rumah. Bantuan rekonstruksi berupa rumah ini pun banyak juga bentuknya, tergantung dari kesepakatan pihak yang memberi bantuan.

    Diantara rumah-rumah itu, ada beberapa yang dapat aku temui di sekitar tempat tinggal ku, yaitu di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Diantaranya ya seperti di bawah ini :

    1. Rumah Al Azhar


     




    2. Rumah Dhuapa





    3. Rumah Senyum





    Di samping rumah bantuan di atas, ada bentuk rumah lainnya yang dibangun masyarakat secara pribadi. Begini nich bentuknya :



    Nah, dari sekian banyak bentuk rumah bantuan, kamu suka yang mana? Tapi jangan berharap memiliki rumah bantuan juga ya, karna ini adalah dampak dari musibah gempa. Cukup syukuri apa yang kamu miliki sekarang, sebab ketika semuanya musnah, kamu tak bisa berbuat apa-apa lagi, selain mengikhlaskan yang telah terjadi.


     --Sumber gambar dari Novi Irman-

    13 November 2009

    Sebel Sama Virus



    Hik...hik...hari ini aku sebel banget. Pasalnya naskah novel yang susah payah aku bikin, akhirnya hilang. Musnah ditelah virus si "bulu bebek". Huaa...rasanya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mau marah, ya marah sama siapa. Tahu tuh, ntah siapa yang masukin tu virus ke komputer aku. Padahal tu komputer baru di install ulang. Harusnya tu virus nggak nongol lagi, eh si dia malah asik bersarang di file penting aku.

    Nyesel juga sih, nggak cepat-cepat masukin antivirus, jadinya kayak gini. Dalam sekejap mata, semua bisa hilang. Tapi yang bikin heran, kenapa harus yang itu. Kalo file musik, film atau file master yang hilang, kan masih bisa dimasukin lagi. Ini malah dia sukanya sama naskah novel aku. 9 bulan aku bersabar menyelesaikannya (hehe...kayak orang hamil aja), pas udah kelar, malah hasilnya nihil. Oh Tuhan...mengapa ini yang terjadi pada ku? Kenapa cinta-cita ku jadi penulis nggak pernah kesampaian...

    Arggggggghhhhh.....SEBEL !!!


    ..........

    12 November 2009

    Ketika Sesak Menyekap




    Dengan perasaan sesak aku berusaha menahan tangis
    apa yang ada dipikiran ku kini hanya sebuah kekosongan
    ketika yang lain tertawa aku memilih bungkam
    hanya kebisuan dan sedikit senyum yang ku tawarkan
    tak ada harapan lagi meski yang lain berkata masih
    apa mereka mengerti bahwa aku ini seorang manusia
    kadang terasa lelah dengan pencarian yang tiada berujung
    pernah berputus asa dan kehilangan harapan
    aku yakin mereka akan berkata sama bila diposisi ku
    maka dari itu biarkan ku sejenak berdiam
    bungkam dengan kekecewaan yang terasa
    hanya ini satu-satunya jalan untuk melepaskan sesak
    maaf, beri aku waktu sejenak


    --

    09 November 2009

    Gara-Gara Sebungkus Djarum Black


    "Wiiiiit...."
    "Apaan sih, pake teriak-teriak? Gue nggak budek tahu!!"
    "Hehe...adik ku yang manis, help me dong?"
    "Hm...giliran minta tolong aja, loe bilang gue manis. Coba kalo nggak, loe kate gue kelinci. Dasar, kuda nil"
    "Jangan gitu dong honey, gue kan cuma minta tolong. Masa' sama abang sendiri pelit"
    "Bosan gue sama bujukan loe. Udah, sekarang loe mau apa?"
    "Hehehe...tolong beliin rokok dong. Stock rokok gue habis nich!!"
    "Ogah. Kenapa nggak suruh Bian aja sih, gue males. Lagian, kalo sehari nggak ngerokok kenapa sih?"
    "Wah, nggak bisa dong sayang. Hidup gue pasti bakalan hampa. Kalo si Bian, udah ngorok dari tadi kalee. Loe aja ya yang beliin, ntar kalo gue ke padang, gue beliin Martabak Kubang deh, mau ya..."
    "No. Gue anti sogokan, apalagi KKN. Loe beli sendiri deh"
    "Oh, kalo nggak mau ya udah, Ipod Nano nya nggak jadi gue kasih. Gimana? Impas kan?"
    "Iih...curang loe. Ya udah, mana duitnya!!!"
    "Nih, gue kasih Rp 10.000,-. Kalo lebih buat loe aja, kalo kurang itu nggak mungkin. Nama rokoknya Djarum Black. Ingat ya, Djarum Black, warnanya hitam"
    "Iya gue tahu, loe kira gue buta warna ya, kalo black ya jelas aja hitam"
    "Pinter"
    ---

    "Bang, beli rokok Djarum Blacknya 1 bungkus dong?"
    "Yang menthol atau yang biasa?"
    Ups...ni cowok cakep banget. Anak siapa ya? Kok baru lihat sekarang.
    "......"
    "Kok bengong?"
    "Habisnya kamu ganteng banget sih...!!!" Ups...keceplosan. Pasti muka ku merah banget ya. Malu-maluin banget, nich mulut kok ya ember banget. Sadar kalo dirinya dikagumi, cowok itu malah semakin pamer, kali ini sebuah lesung pipi mengucap sapa pada diri ku yang terpana. Sial. Tahu diri banget diri banget si abang rokok bikin gue klepek-klepek.
    "Halloo..."
    "Eh, iya. Kenapa?"
    "Haha...kamu mau Djarum Black Menthol atau yang Djarum Black aja?"
    "Oh...ada banyak Djarum Black ya? Hm...kalo gitu yang Menthol aja kali ya? Biar si kuda nil adem sekalian"
    "Yang kamu maksud kuda nil siapa?"
    "Oh...itu abang gue. Dia gede, kayak kuda nil. Hehe.."
    "Oo..gitu ya"
    "Yupz..ya sudah, nih duitnya. Aku pergi dulu ya"
    "Sering-sering mampir ya?"
    "Pasti". Ya iyalah abang ganteng, pasti banyak alasan yang akan ku buat biar bisa ketemu sama diri mu. Akhirnya aku pulang dengan senyum-senyum tak menentu. Thanks kuda nil, loe baik banget sih, nyuruh gue beli rokok.
     --

    "Loh, kenapa balik lagi?"
    "Aku lupa sesuatu"
    "Apa?"
    "Nanyain nama kamu?"
    "Oooh...kirain. Hahaha...lucu deh kamu. Perkenalkan nama ku Ivan. Kamu?"
    "Aku wiwit"
    "Oh...Hmm...wit, ntar malam aku boleh main ke rumah kamu?"
    "Nggg...ngapain?"
    "Ya sekedar silaturahmi. Boleh kan?"
    "Hahaha...ya boleh lah. Hehehe... ya sudah sampai ntar malam. Bye"
    "Bye"
    Weleh...weleh...sengsara membawa nikmat ternyata. Gara-gara sebungkus Djarum Black, gue dapat gebetan baru. Kereeen...Ini kah yang namanya love at first sigh?

    ----



    Rumah Senyum



    Dulu kami hidup senang. Hidup lebih dari cukup. Tinggal di rumah mewah lengkap dengan peralatan yang serba luxs. Kemana kami pergi, telah ada mobil keren yang siap mengantar kami kemana kami suka. Tak lupa pula di dampingi oleh seorang supir pribadi. Alangkahnya indahnya hidup waktu itu. Kami serasa tinggal di istana, bak dongeng sebelum tidur. Kami diperlakukan seperti putri raja yang berharga, disayangi, dicintai oleh kedua orang tua. Oh iya, papa kami juga seorang yang hebat. Ia pemimpin di sebuah perusahaan, sekaligus pemiliknya. Sedangkan mama kami adalah seorang ibu rumah tangga yang baik, dia menjaga kami dengan telaten, hingga kami mendapatkan kasih sayang yang berlebih.

    Itu dulu, sebelum tanggal 30 September 2009. Sebelum gempa 7,9 SR meluluh lantakkan kebahagiaan kami. Semua yang kami punya hancur berkeping-keping, sama halnya dengan harapan kami. Rumah kami hancur, sekaligus isi di dalamnya. Kini kami tak punya apa-apa selain air mata. Jangankan sebuah mobil, papa saja ikut tertimbun bersama kemewahan di dalam sana.

    Kini kami tinggal di sebuah rumah kecil berdinding, atap dan beralaskan terpal warna biru. Rumah Senyum namanya. Rumah yang dibuatkan pemerintah untuk kami. Kami tidak terbiasa dengan hal ini. Tinggal di rumah kecil dan sempit. Tidur ditikar dan berdesak-desakan. Kami hidup dengan belas kasihan orang-orang, namun kami sadar kami tidak sendirian. Masih banyak orang yang mengalami nasib seperti kami.

    Bencana gempa yang melanda kota kami, khususnya keluarga kami, membuat kami menyadari bahwa harta dan kekayaan bukanlah milik kami seutuhnya. Itu semua hanya titipan Tuhan. Itu semua bukan segala-galanya. Ketika Tuhan memintanya kembali, kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Di mata Tuhan kami hanyalah hamba yang lemah dan kerdil.

    Setelah semua yang terjadi, kami menyadari semuanya. Kami yakin, belum terlambat untuk memperbaiki hidup yang telah berantakan. Masih ada waktu untuk Taubat. Bukankah Allah itu Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang?

    Kini kami tinggal di rumah senyum yang telah kami permak seindah mungkin. Inilah istana kami kini. Tempat kami memulai hidup baru dan memungut kepingan mimpi yang berserakan. Bersama rumah senyum, kami berharap bisa terus tersenyum buat orang-orang yang memberi kekuatan dan semangat kepada kami.

    Di rumah senyum kami memulai harapan dan mewujudkannya.

    ---


    Cerita dari Padang-Pariaman

    05 November 2009

    Itu Aku Dulu


    Percaya nggak sih, bahwa perasaan itu bisa merubah apa pun. Aku percaya, karna aku pernah mengalaminya.

    Berawal dari kisah 6 tahun lalu, ketika aku menginjakkan kaki dibangku kuliah. Waktu itu aku tiba-tiba saja  menjadi orang yang mungkin jika diingat saat ini, tak akan percaya bahwa itu adalah aku. Aku memasuki kampus dengan gaya dan ciri ku sendiri.

    Berambut pendek, nyaris lima senti saja dari kulit kepala. Teman-teman bilang, aku manis dengan rambut pendek itu, sedangkan aku malah menyebutnya keren. Ciri khas ku. Aku tak suka disebut manis, cantik apalagi feminin. Entah kenapa aku demikian, padahal aku ini seorang cewek tulen, bukan bencong, bukan juga lesbian. Aku hanya tak suka, itu saja alasan ku. Belakangan aku baru menyadari bahwa aku tak suka dikatakan feminin, karna cewek yang demikian lebih mengarah ke manja atau lemah. Aku paling benci dikatakan lemah apalagi manja. Meskipun aku ini anak bungsu, tapi kemandirian dan keras kepala lebih melekat pada ku ketimbang si bontot yang cari perhatian. Aku lebih suka mereka menyebut ku tomboi atau cewek energic. Dulu, cewek yang seperti diri ku itu lebih menonjol dari yang lainnya. Apalagi ia merupakan orang yang tak asal bergaya saja. Termasuk aku.

    Menjadi anak baru di Universitas tentulah banyak sekali perjuangan untuk meraih ketenaran, dikarenakan banyak sekali komunitas atau orang-orang yang bertujuan sama. Namun tidak begitu dengan ku, dengan satu penampilan yang unik saja aku sudah menjadi pusat perhatian. Bangga juga sih, ketika kamu lewat orang-orang bilang "wow" atau "keren".

    Berambut pendek dengan poni yang selalu dibikin ke depan, seperti halnya Vic Zhou atau Aaron carter, Celana jeans gombrong yang sobek dilutut, kaos dan kemeja kotak-kotak, sepatu bermerek All Star atau sepatu Nike kesukaan ku. Plus ransel hitam yang selalu nangkring di punggung ku saban Senin sampai Sabtu. Aku heran, apa yang menarik. Penampilan ku malah nyaris seperti pemain basket profesional atau pendaki ulung yang nyasar ke kampus. Ironisnya lagi, dengan penampilan seperti itu aku malah memasuki Jurusan yang komunitasnya kebanyakan kaun Feminis. Administrasi Niaga. Lucu banget ya, padahal orang-orang sering mengira ku mengambil Jurusan Teknik atau sastra.

    Namun inilah aku. Aku tak peduli apa kata mereka tentang ku. Menjadi diri sendiri, itu adalah prinsip ku. Tapi anehnya dengan penampilan ku yang cuek dan apa adanya ini, orang-orang jadi lebih cepat mengenal ku, ditambah lagi aku bukanlah orang yang suka berdiam diri dengan hanya menerima kuliah dan pulang. Aku termasuk aktivis di kampus. Tapi bukan untuk demonstrasi-demonstrasi, seperti pandangan orang-orang pada mahasiswa. Aku lebih memilih seni ketimbang yang lainnya. Pengennya sih mau ngambil UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pramuka, seperti jaman SMA dulu atau Kelompok Pecinta Alam (KPA), kabarnya KPA di kampus ku adalah yang No 1 di Sumbar. Tapi rasanya aku sudah bosan keluar masuk hutan. Kondisi kesehatan ku tak sebaik dulu. Tulang-tulang ku sudah keropos, itu alasan terbaik ku. Akhirnya aku mengambil UKM Seni. Maksud hati pengen jadi pemain band. Pernah juga bermimpi bikin sebuah band, tapi sayang aku nggak bisa pegang salah satu alat musik pun, kecuali gitar. Itupun cuma 1 atau 2 lagu yang dapat betul, lebihnya cuma main asal coz aku juga nggak hafal dengan kunci-kunci gitar. Aku cuma bisa nyanyi dan kata orang suara ku cukup bagus, hanya saja aku jarang unjuk gigi, kecuali kalau ada yang minta.

    Di UKM-Seni aku juga termasuk idola, sebab aku adalah anggota yang loyal dan sangat berdedikasi, makanya mereka selalu mengandalkan ku dalam hal apa pun. Kepengurusan, kepanitiaan atau dalam kegiatan apa pun.

    Mereka menyukai ku, karna aku simple, cuek dan apa adanya. Aku tak terlalu peduli pada hal-hal yang remeh temeh. Yach...semacam genk-genkan gitulah. Aku hanya punya teman dekat namun anti Genk. Kalo aku suka jalan dengan mereka, ya sudah let's go. Tak perlu ada kesepakatan dulu gimana-gimananya. Bagiku hidup itu tak cukup untuk dinikmati hanya dengan satu orang. Lebih rame lebih seru.

    Aku suka keramaian, karna dengan begitu aku bisa melupakan semua masalah yang terus menjerat. Seperti lingkaran setan yang tak berkesudahan. Namun kadang kala aku juga butuh privacy. Menyendiri dan merenungkan semua hal yang terjadi. Ketika hujan turun, setelah hujan reda, saat malam atau waktu dimana semua mata masih terpejam. Hanya aku yang terjaga. Saat itulah aku membutuhkan kesendirian. Kadang tidak juga, seringkali keadaan mengubahnya. Karna hidup hari ini dan esok tak selalu sama dengan yang kemarin.

    Dulu aku populer, menarik dan disenangi. Itu dulu, ketika aku menginjakkan kaki di kampus Universitas Andalas Padang. Kepopuleran itu cukup lama juga ku nikmati. Sampai akhirnya sisi feminin ku terlihat. Aku mulai mempunyai perasaan yang asing terhadap sesuatu.

    Aku menyukai seorang cowok yang bagi ku sangat perfect. Dari situ aku mulai merasa tak nyaman dengan diri ku sendiri. Menjadi asing dengan semua ciri khas yang ku miliki. Dimatanya aku merasa kerdil dan tak berarti apa-apa.

    Dia junior ku. Namun belakangan ku tahu ia satu angkatan di atas ku hanya saja ia tak langsung melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Aku menemukannya ketika acara Kemah Bhakti Mahasiswa (KBM) Jurusan. Aku melihat diantara teman-teman seangkatannya, senior-seniornya, atau juga alumni, ia satu-satunya orang yang tak cocok berada di jurusan ini. Ia lebih cocok di Teknik, Hukum, Sastra atau lebih mending Ekonomi ketimbang Administrasi Niaga. Wajahnya memperlihatkan itu, tapi entahlah hati dan keinginannya. Who know's. Tapi ini mungkin inilah yang dinamakan takdir yang kebetulan berpihak pada ku. Dari situ aku mulai memperhatikannya, gerak-geriknya, kebiasaannya sampai dengan cara ia mengisap rokok. Wow, It's so cool. Sampai suatu hari aku mendapati biodatanya di tumpukan peminat UKM-Seni yang baru. Tomi N, itulah namanya. Lahir tanggal 14 Januari 1984, asal sekolah, alamat rumah lengkap dengan nomor telephon dan fotonya (ssttt...diam-diam aku menyimpan foto itu didalam dompet ku, sampai sekarang), tertarik seni bidang musik khususnya gitar. Itu yang tertulis di biodatanya.  Saat itu aku merasa pucuk dicinita ulam pun tiba. Itu lebih dari cukup ketimbang nggak tahu sama sekali.

    "Hey..itu tomi yang hip hop itu bukan?"
    "Maksud loe?"
    "Iya. Loe nggak tahu ya. Dia kan ketua Hip Hop Kota Padang"
    Aku terdiam mendengar penjelasannya. Ternyata Tomi bukan cuma menarik, tapi juga sangat populer. Akhirnya aku tahu yang dimaksud hip hop teman ku itu adalah Breakdance. Dia seorang breakers. Aku senang, ternyata aku tidak menyukai cowok yang salah. Ia orang yang penuh inspirasi bagi ku. Sejak Menyukainya, aku menjadi tambah bersemangat kuliah dan juga di seni. Apa pun akan ku lakukan, agar tidak tampak bodoh di depannya. Gila memang ya.

    Namun suatu hari aku disadarkan akan satu hal. Tomi menyukai cewek yang feminin, manis, cantik dan seksi. Bukan cewek seperti ku yang tampak kumal dan selengekan. Di depan mata ku, ia menggandeng pacarnya yang semampai dan anggun dengan sangat mesra. Aku merasa seperti di tampar. Tentu saja Tomi menyukai cewek yang seperti itu, ia akan lebih tampak gentleman ketimbang pacaran dengan cewek tomboi.

    Down. Itu satu hal yang mustahil bagi ku sebelumnya, tak pernah sekalipun kata itu mampir ke dalam kamus hidup ku. Namun kini kenyataan sebaliknya. Perlahan-lahan aku menjadi orang yang paling calm dan canggung. Aku mulai mengubah penampilan menjadi orang lain. Mencoba berdandan semanis mungkin padahal setiap melihat bayangan ku di kaca perut ku sudah terasa mual. "Aku tampak konyol dan seperti bencong", begitu teriak ku setiap kali teman-teman mendandani ku.

    Lama-lama aku menjadi cewek yang terbawa-bawa arus. Suka ngerumpi-ngerumpi nggak jelas, baca-baca puisi romantis, shopping baju-baju feminin, kosmetik, foto-foto. Argghhh... aku semakin menjadi asing dan akhirnya tenggelam di dalamnya. Tak seorangpun yang menemukan ku lagi. Mereka tak akan mengenali aku yang dulu lagi. Mereka melupakan ku begitu saja. Kini dimata mereka, aku hanyalah seorang cewek yang biasa-biasa saja, tak terlalu istimewa apalagi disebut menarik. Itu semua karna perasaan ku pada seorang cowok.

    Ah..Gila. Hanya karna sebuah perasaan, semua berubah.

    ---


    P.S. : Hahaha...pasti bingung bacanya ya? Iya emang. Aku bikinnya juga bingung. Tapi curhatan emang bikin bingung kok :p


    03 November 2009

    This Moment is Perfect


     
     
    Seseorang tiba-tiba menawarkan sejuta mimpi pada ku. Semua yang tak pernah terbayangkan oleh dunia ku yang sempit. Cinta, kesetiaan, kebaikan dan kebahagiaan. Semua  begitu tampak sempurna. Merasa tak percaya. Ini pertama kalinya dalam hidup ku. Aku tak mengerti, sungguh-sunggung tak mengerti. Rasanya aku menjadi orang paling bodoh terlihat saat ini. Mulut ku seakan berucap gagu sekedar untuk mengucapkan terima kasih.
     
    "Apa kau serius menawarkan semua ini pada ku? Aku bukanlah seorang yang perfect untuk kau berikan mimpi ini. Bagi ku ini seperti dongeng sebelum tidur. Sudahlah, lupakan ini semua. Aku tak sanggup menerimanya?"
    "Aku tak punya kata-kata yang lebih indah lagi untuk meyakinkan mu. Seperti halnya aku menyukai mu, aku tak punya alasan. Cinta itu datang dengan tiba-tiba pada ku dan itu tertuju pada mu. Mengerti dan percayalah!!"
     
    Aku begitu tersentuh dengan kata-kata mu waktu itu. Untuk pertama kalinya aku merasakan cinta yang lebih tulus dan aku menitikkan air mata karenanya. Bukan air mata sedih namun kebahagiaan. Will U Marry Me?? Itu kata  yang terlontar dari mulut mu akhirnya sambil membawa sebucket mawar merah dan sebuah cincin yang berukir nama kita. Lagi-lagi aku merasa ini seperti mimpi, namun aku bisa merasakan hangat butiran yang mengalir di pipi ku atau lembutnya kecupan mu di kening ku. Aku mengganguk malu-malu dan perlahan sebuah senyuman mengembang di bibir mu.
     
    I found a place so safe, not a single tear
    The first time in my life and now it’s so clear
    Feel calm, I belong, I’m so happy here
    It’s so strong and now I let myself be sincere

    I wouldn’t change a thing about it
    This is the best feeling


    This innocence is brilliant
    I hope that it will stay
    This moment is perfect
    Please don’t go away
    I need you now
    And I’ll hold on to it
    Don’t you let it pass you by



    Ah...semoga saja ini bukan hanya mimpi. It's so cool.


    --Dream's--

    02 November 2009

    Good Bye !!




    Lihat langkahku
    Tak lagi ku
    Mengingat tentangmu
    Tiada beban tersisa
    Yang tertanam di jiwa
    Rapuhkan cinta
    Yang t'lah membeku
    Terang t'lah membawaku
    Menjauh dan hilang


    (Lihat Langkah ku-Peterpan)

    ---

    Tiba-tiba saja aku ingin menuliskan lirik itu di blog. Yach sekedar kau tahu bahwa itu adalah ungkapan perasaan ku kini, pada mu. Kau mengerti maksudnya? Jangan lagi bertindak konyol dan pura-pura tak tahu. Aku sudah lelah. Hanya itu sebagai salam penutup dari ku. Bye!!

    ---