24 Desember 2009

Edelweis


BLACK IN NEWS FOR MENTHOL. Hihi...lucu banget ya, pembukanya. Tapi boleh lah, nyajiin sesuatu yang beda buat djarum black. Kali ini tentang alam. Yach, penat ngotak-atik motor, sesekali anak2 Black Community kan bisa have fun naik gunung, kalo bisa dimodif tu motornya biar bisa naik gunung. ^_*

Nah, biar nggak kaget pas di gunung nanti, aku mau nulis tentang sesuatu yang menjadi daya tarik di atas gunung.  Cieh, lagaknya.

Tahu edelweis? So pasti dong ya, apalagi buat yang sering naik gunung, pasti tahu banget bunga yang satu ini. Bunga Edelweis (Anaphalis javanica) sering juga disebut bunga abadi karena kemampuannya bertahan berbulan-bulan tanpa mengalami kerusakan.

Edelweis termasuk dalam katagori bunga langka bahkan termasuk flora yang dilindungi. Jumlahnya yang tidak begitu banyak serta habitatnya yang khusus tumbuh di ketinggian diatas 1500m dari permukaan laut--biasanya terdapat di daerah pegunungan-- membuat bunga yang sangat indah dan mempunyai banyak warna ini banyak diminati. Tinggi pohonnya hanya 1/2-1m. Warnanya pun beragam dari kuning, ungu, merah sampai hijau. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus, sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.

Karena keabadiannya dan keindahannya, banyak orang (khususnya pendaki gunung) mengoleksinya baik untuk disimpan pribadi maupun sebagi oleh-oleh bagi rekan. Karena termasuk flora yang dilindungi, edelweis dilarang untuk dipetik dari habitatnya di pegunungan. Meski demikian, nggak sedikit edelweis beredar di pasaran.

Edelweis sering dilambangkan orang dengan beberapa hal cinta, ketulusan, pengorbanan, keabadian. Maka dari itu tak sedikit orang yang rela menjamahnya hanya untuk pembuktian perasaan. 

Sungguh ironiskan. Suatu tindakan yang tidak patut ditiru, padahal Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Yach, semoga saja tindakan ini tidak terus berlangsung. Oleh karenanya kita sebagai generasi muda yang peduli dengan global warming, harusnya bisa meminimalis hal-hal tersbut. Sehingga bunga abadi ini terus terjaga keabadiannya, dan suhu dunia bisa menjadi stabil, cool or menthol, kayak itu tu rokok Djarum Black Menthol. Hihi...maksa banget ya nyelipin keywordnya. ^_^

--

Dicopas dari berbagai sumber

5 komentar:

keboo mengatakan...

bagus bgt bunganya...
keboo cuma pernah liat yang kering dibawa temen2 abis mendaki..
hikhik..

Henny Y.Wijaya mengatakan...

jadi ingat henny pernah naik gunung dan ngotot mo cabut bunga ini. hihihi..untungnya belum sampai puncak harus sudah turun lagi.

Syifa Ahira mengatakan...

waktu ke merapi, aku ga sempat ke taman edelweis ini wit, karna pas nyampe cadas, gunungnya meletus.. hiiii.. mau mati rasanya.. ga tau musti lari kemana.. untungnya, letusan itu kecil, cuma ngeluarin asap yang lumayan banyak.. tapi getaran pas letusan itu bikin jantung copot juga..

Rava mengatakan...

dan suhu dunia bisa menjadi stabil, cool or menthol, kayak itu tu rokok Djarum Black Menthol. Hihi...maksa banget ya nyelipin keywordnya. <<< ( *nepok bahu wiwit ) Syabas!! setidaknya kamu udah berusaha say... dan aku memberi nilai plus untuk itu ;)

Desfirawita mengatakan...

@ keboo :
aslinya lebih bagus bo,
aku pernah ke taman edelweis, indaaaah...banget disana

@ henny :
kok turun lagi?
kan dipuncak asik banget
disana kamu bisa lihat semuanya
hm..jadi kangen

@ syifa :
oh ya, kapan tu?
aku waktu merapi mulai aktif lagi, nggak pernah ke sana lagi. bahaya
pasti pengalaman seru banget ya
:D

@ rava :
hihi...jadi malu. but, thanks ya buat semangatnya :D