22 Oktober 2010

I Surrender


entah sudah berapa bait kutinggalkan puisi itu
beratus-ratus kata kubiarkan menari-nari,
mengendap begitu saja.
entahlah yang kurasakan kini,
hanya kehampaan,
sewaktu-waktu berbisik lirih
"aku merapat pada senjaMu Tuhan,
memasrahkan diri pada kuasaMu"

2 komentar:

Darin mengatakan...

duh...

kok mendadak lemes ya? :(

si biskut mengatakan...

makanya mungkin masa untuk bersendirian itu lebih baik ya.