26 Oktober 2010

Kita dan Tuhan

Titik gempa tektonik berkekuatan 7,2 SR di 78 km Barat Daya Pagai Selatan Mentawai sumatera Barat, dengan kedalaman 10 km, Senin (26/10/2010).

Semalam, hujan masih mengguyur dengan lebatnya. Menggigit kulit yang masih terjaga. Kantuk menyerang dan keinginan terindah adalah bergelung dibawah selimut sambil memeluk guling. Itu yang kulakukan semalam, setelah sinetron di TV benar-benar membuatku muak. Tidak ada acara musik, apalagi pertandingan bola. Maka, MP3 di telinga menjadi solusi untuk mengeyahkan rasa bosan.

Khayalan-khayalan tentang sebuah kisah yang akan kutuliskan novelnya masih menari-nari indah dipikiranku, ketika sebuah guncangan tiba-tiba membuatku tersentak. Bila tak mengingat bahwa dinding kamarku sudah tidak bisa diajak berkompromi, aku tidak akan segera berdiri dan bergegas keluar membangunkan ibuku. 

Ya, semalam gempa mengguncang kotaku lagi. 7,2 SR di Mentawai, tepatnya pukul 21.42 Waktu Indonesia Barat. Membuat resah, membuat cemas semua orang, apalagi ketika gempa itu diprediksi berpotensi Tsunami meski pada akhirnya prediksi itu dicabut.

Beberapa menit berlalu, aku kembali asik di depan layar Televisi. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sambil sesekali memasang telinga, kalau-kalau ada yang lewat untuk mengungsi. Namun, sampai aku menemukan Film kesuakaanku, tak ada tanda-tanda panik dari masyarakat seperti yang bisa terjadi. Heran sekaligus bercampur kagum juga, ternyata mereka sudah bisa mengendalikan rasa panik itu dengan sesuatu yang lebih bermanfaat yaitu berdoa sambil was-was juga tentunya atau karena hujan lebat mereka jadi tak bisa keluar rumah? Entahlah.

Waktu sudah semakin beranjak larut ketika BMKG mencabut keterangan berpotensi Tsunami itu, artinya keadaan baik-baik saja, meski memang terjadi Tsunami kecil di Kepulauan Mentawai. 

Entahlah, apa yang terjadi padaku. Sedikitpun tidak ada rasa takut kurasakan. Padahal jika dilihat keadaan rumahku, sangat dimungkinkan kami akan tertimbun disana jika gempa kembali lagi. Entahlah. Bukan karena takabur atau apapun namanya, tapi jujur, hatiku mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Tuhan pasti akan melindungi kami semua. Dan aku sangat percaya itu. Jikapun memang terjadi sesuatu yang tidak disangka-sangka, percayalah itu memang sudah kehendak dari-Nya.

Sudah begitu banyak cobaan yang terjadi dalam hidupku. Kadang sedikit berputus asa dan merasa lelah,  tapi aku bersyukur karna aku sadar itu semua telah membuatku menjadi orang yang kuat dan tegar. Demikian juga dengan bencana-bencanya yang terjadi. Semua membuatku semakin percaya bahwa Tuhan adalah penguasa segala dan kita bukan siapa-siapa tanpanya....


--Gambar Copas disini--

7 komentar:

riesta mengatakan...

barusan kira2 20 menit yg lalu gempa susulan lagi ya????
semoga tidak terjadi apa2 ya....

kesehaRian Ra-Kun mengatakan...

huft, gempa tadi malam lumayan juga

Desfirawita mengatakan...

@ riesta : yup. semoga saja tidak terjadi apa2 yg penting kita tetap waspada dan jangan panik.

@ ra-kun : banget. tapi karna hujan jd gak begitu terasa. :)

si biskut mengatakan...

Ya kalau Tuhan maukan suatu itu terjadi tiada sapa mampu menghalangnya.Tapi Tuhan itu Maha Pencipta..juga Maha Mengasihani hamba2_NYA.Berserah aja.

kakve_santi mengatakan...

pak beye sedang pusing sekarang...

annie mengatakan...

selalu ada banyak pelajaran di balik bencana.
apakabar, Des? Semoga semua baik-baik saja

rhy mengatakan...

semoga Tuhan selalu melindungi kita dari bencana apapun :)

lama gak mampir nih des :)