31 Desember 2010

Just Say


Dear all blogger,

Happy new years...
Semoga esok kita menjadi lebih baik....

 Sambil berdoa, Hitung mundur yuks... :)

Is There Anybody Out There?

Ya, saya sedang menyukai Secondhand Serenade sekarang. Bukan karena tertarik dengan tampang cute John Vesely, bukan juga karena suaranya yang renyah, hanya saja semua lagu-lagunya sedang mewakili isi hati saya saat ini.

Am I looking for an answer 
Or am I trying to find a way to get back home
I'm looking for an answer
And just trying to find a way to survive.

 


You can say goodbye,
To all the things that you have ever known.
You can say goodbye,
And leave inside the life that you have grown.
What's the point,
You try to start from scratch,
but get let down,

You can say goodbye,
Just to realize there's no-one left around.
So what am I fighting for.

Tell me
Is there anybody out there,
Am I swimming through this empty sea alone,
Am I looking for an answer
Or am I trying to find a way to get back home.
Is there anybody out there,
Would you hear me if I screamed or if I cried,
I'm looking for an answer
And just trying to find a way to survive.

You can live or die,
Without the chance to find out what your worth,
You can live or die,
And never find the one that she'd deserve,
You can walk alone,
And live inside the shadows in your heart,

You can say goodbye
Or live and find out you've been alone right from the start
So what am I fighting for.

Tell me
Is there anybody out there,
am I swimming through this empty sea alone,
Am I looking for an answer,
Or am I trying to find a way to get back home.
Is there anybody out there,
Would you hear me if I screamed or if I cried,
I am looking for an answer
And just trying to find a way to survive.

Never thought I would end up all alone,
Every day I am feeling further away from home,
I can't catch my breath,
but I am holding on.

Is there anybody out there,
is this the last time I have to say goodbye,
Am I staring at my future,
Is it time to take charge of my life,

Is there anybody out there
Am I swimming through this empty sea alone,
Am I looking for an answer,
or am I trying to find a way to get back home,
Is there anybody out there,
Would you hear me if I screamed or if I cried,
I am looking for an answer,
And just trying to find a way to survive,
a way to survive,
and I am holding on.

28 Desember 2010

dan aku terharu



berlebihan memang,
tetapi biarlah,
perasaanku memang sedang ingin berlebihan terhadapnya.
kau tahu, dia sudah mulai membagi katanya untukku,
dan memang tidak mudah untuk mendapatkan itu,
namun kini, barisan abjadnya memenuhi ruang kosong dipikiranku,
merefresh sejenak kekeluan yang lama enggan membuka suara,
ya, dia mencoba (memaksa) membukanya, lagi.
dan aku (terlalu) bahagia.
ah, sudahlah.
aku hanya ingin mengatakan itu.

aku terharu.

16 Desember 2010

Negeri Selatan (Lanh Tho Phia Nam)



Jika laut bisa bicara, dan jika angin jatuh cinta pada pasir. Jika hasratku hilang dalam kehampaan. Aku akan mendengarkan suara ombak. Biarkan angin meniup rambutku.

Cintaku padamu membesar seiring waktu. Musim panas tiba saat musim semi pergi. Akhirnya aku sadar dengan intropeksi diri.

Saat matahari bersinar kembali di negeri Selatan yang hujan. Aku coba menyelesaikan kisah cinta masa lalu. Saat matahari pergi, negeri Selatan terlalu cerah.

Akankah kau berikan kembali, seluruh cinta yang telah kau ambil. Sebelum kau mengatakan selamat tinggal.

Laut biru. Bintang bersinar terang. Tanganku hampa tanpamu. Langit abadi saat malam-malam kesepianku. Maafkanlah keragu-raguanku untuk menyatakan cinta padamu...

*****


lirik lagu ditranslete dari lagu Van Fan - Lanh Tho Phia Nam, ost film CAPE No. 7

14 Desember 2010

Aku Benci Pertanyaan Itu



Mereka : Apa kabar? Sehat?
Aku : Alhamdulillah sehat.
Mereka : Stay di mana sekarang?
Aku : Seperti biasa. Masih betah di Paris.
Mereka : Udah merrid?
Aku : Ha-ha. Lagi cetak undangan.
Mereka : Serius? Wah, buatku satu ya?
Aku : Seep. Tenang aja *nyengir*
Mereka : Btw, kerja dimana?
Aku : *menutup bibir rapat-rapat*


Kau tahu teman, aku benci pertanyaan itu. Entah kenapa.

10 Desember 2010

Bingkisan Spesial



Seharusnya ada seseorang disini menemaniku meniupkan harapan itu.
Seharusnya ada seseorang yg merangkulku memberikan kekuatan.
Seharusnya ada tawa dan air mata haru melengkapi saat ini.
Dan seharusnya aku tidak merasa hampa dan kesepian.
Ya, seharusnya ada mereka disini, menemaniku.
Nyatanya aku masih meraba mimpi dalam harapan itu.
Mungkin sudah saatnya terjaga bahwa memang aku tidak lagi memilikinya disini.
Hanya kenangan.
Ya, hanya itu.

Seharusnya ada kamu disini, temans.
Tapi aku tahu doamu akan slalu menyelimuti decemberku...

****

Beberapa waktu yang lalu, aku menuliskan 2 buah cerita untuk seorang teman yang berulang tahun. Meski ceritanya tidak begitu sempurna dan masih sangat sederhana. Tapi aku tahu, dia begitu menyukainya. Dan istimewanya, cerita itu aku tulis berdasarkan perjalanan panjang kami. Ya, kami. 

November Rain, Dongeng Bee dan Belalank--begitulah judulnya. Cerita itu aku kirimkan tepat di malam pergantian usianya--membuatnya menangis terharu. Dan aku sadar, tidak ada yang lebih indah sebenarnya, selain melihatnya tersenyum sembari menitikkan air mata haru. 

Dan dia menuliskan puisi ini disela pergantian usianya, membuatku menitikkan air mata juga.
Wieke Beliana 26 November jam 22:29  
Dear God.....
Dari kisah yang pernah ku dengar...
Mereka selalu mengatakan
bahwa permintaan di malam pergantian usia itu seperti keajaiban..
Seiring dengan padamnya lilin yang ku tiupkan..
Aku tak meminta banyak...
Karena aku percaya Kau telah memberikan kebahagiaan dan anugerah
yang tak terhingga kepadaku..
Seandainya keajaiban itu masih milikku...
Aku ingin meminta 1 detik saja untuk merasakan kembali perasaan itu..
Ketika aku berada di tengah-tengah mereka..
Melepas tawa,mengurai air mata...
Aku menikmati getirnya..
Mendamba tangis bahagianya..
Mungkin ini terdengar konyol
Tapi ku tak peduli..
Karena air mata terindah yang pernah ku teteskan
adalah ketika ku terluka dan tertawa bersama mereka.....

De Rawit 26 November jam 23:17
Dear God,
tolong kabulkan harapan kecil itu sebagai hadiah ulang tahunnya.
sekali saja, biarkan ia membuka pindora kenangan itu. lalu merasakan hangatnya mengalun ke dalam sukma.
kabulkanlah Tuhan, karna ia percaya keajaibanMu...
*****

10 Desember.
Ketika mengingat tanggal itu, rasanya ingin melewatinya begitu saja, tanpa harapan dan doa-doa selamat ulang tahun. Nyatanya, setiap tanggal itu kembali berhenti di depanku, aku sadar sangat merindukan kenangan yang menghiasinya.

Tapi aku tahu, hidup tidak melulu tentang hari kemarin dan kenangan. Hidup terus berjalan, begitupun aku. Jadi, aku membiarkannya lewat dengan lambaian selamat tinggal. Sebab aku tahu, meski melangkah lebih jauh, sesekali ia akan menoleh ke belakang--memastikan bahwa aku baik-baik saja di sini.

*****

Close my eyes and make a wish :
"Dear God, jika satu kali saja boleh meminta, tolong beri nama pada harapan ini. Jangan biarkan ia berjalan tanpa berujung titik. Amiin.."  

"..dan jalan itu semakin mendaki.
dan aku harus berjalan merunduk untuk sampai ke sana. 
berikan kekuatan Tuhan, agar tidak tergelincir lebih jauh lagi. Amiin..."

Happy b'day to me...


09 Desember 2010

Menghitung Detik



aku nyaris terlupa dengan tanggal itu.
tidak akan berbeda, sebenarnya.
masih tanggal dan bulan yang sama.
hanya jumlahnya kini menanjak naik.
namun tidak ada pengaruhnya bagiku.
hidupku akan tetap berjalan di sana--tidak berubah.

aku nyaris ingin melupakan tanggal itu.
dan sebenarnya, berharap benar-benar terlupa.
namun nyatanya, kenangan itu terpaksa dirangkai pada tanggal itu.
dan aku, sungguh merindukannya.

aku nyaris saja berharap waktu tidak beranjak,
melupakan beratnya pendakian esok hari.
namun kiranya, aku menghitung pergantiannya juga.
dan akhirnya menunggu bintang itu jatuh di hadapanku...


Source Picture Here

08 Desember 2010

Untitled


"Loe nggak lihat koran?"
"Ngapain?"
"Lihat hasilnya"
"Ha-ha. Nggak usah repot-repot. Gue udah tahu hasilnya kok"
"Hopeless banget ya?"

Aku menatapnya lurus. Seolah tersadar dengan pertanyaannya. Hopeless? Apa benar, segitu putus asanya aku hingga mengabaikan semua kemungkinan yang ada.

"Gue tahu bagaimana beratnya perjuangan loe, bagaimana sulitnya kemungkinan untuk mengharapkannya. Tapi setidaknya loe bisa menghargai diri loe sendiri dalam memperjuangkannya"

Aku mengangguk lesu. Entah sudah berapa ribuan kata yang diucapkannya untuk mengingatkanku. Aku tidak pernah lupa namun tidak pula menanggapinya. Mungkin benar, aku sudah hampir putus asa. Harapan itu rasanya sudah tanpa nama. Melangkah pun aku tidak tahu akan kemana. Aku hanya ingin terus berjalan meski kehilangan kompas. Siapa tahu, nanti di jalan menemukan sesuatu sebagai panduku. Entahlah. Aku hanya ingin beranjak dari sini--meski selangkah lebih jauh.

"Percayalah, wit. Keajaiban itu pasti ada"

Ya. Aku pun berpikiran yang sama--dulunya. Sekarang? Entahlah. Aku sudah terlalu lelah berharap, terlalu penat menunggu, terlalu sesak menangis diam-diam saat tiba-tiba terjaga dari tidurku. Semua seolah berputar-putar saja disekitarku--menertawakanku.

Lama melangkah, aku tidak menemukan kosa kata baru untuk menggambarkan perjalananku. Hanya GAGAL dan LELAH. Lalu ketika orang-orang mempertanyakannya, aku hanya mampu menjawab ENTAHLAH.

Jadi, aku pun membiarkan semua berjalan seperti seharusnya. Akan kuikuti mau Tuhan untukku--meski harapan itu tanpa nama.


---

Source Gambar  disini