24 Mei 2009

Surat Untuk Mishel



Mishel,
Aku ini memang bukan Tomi yang selalu menghujani mu dengan puisi-puisi romantis dan memperlakukan mu dengan sangat manis. Aku juga bukan Nuno yang selalu ada untuk melindungi mu dari setiap apa pun yang akan menyakiti mu. Aku bukan siapa-siapa. Aku hanyalah seorang cowok yang tak terlalu berarti di mata mu. Aku tak bisa berikan apa-apa. Bahkan untuk menghapus tangis mu pun aku tak bisa. Kau pernah bilang kan, aku ini terlalu konyol untuk mendapatkan perhatian mu. Aku tak peduli meski kau menyebut ku sebagai pecundang sekali pun. Jika kau yang mengucapkan, aku rela. 

Aku mencintai mu Mishel, lebih besar dari yang pernah kau sadari. Tak perlu pembuktian apa-apa ku rasa, karna cinta itu  ada di hati ku. Hanya kau yang bisa rasakan ketulusannya. 

Aku tak minta apa-apa dari mu, cukup hanya kau mengetahuinya. Selamat tinggal, Shel. Besok aku akan pergi dan mungkin setelah kembali, aku tak akan menemukan mu lagi di sana. Aku berharap kau selalu bahagia dan jangan pernah tangisi lagi apa yang sudah berlalu....

Lovely,
Bagas

------------------

Aku percaya cinta itu adalah kejujuran. Tak perlu harus memaksakan kehendak untuk memiliki dia yang ku cinta. Bisa mengungkapkannya saja bagi ku itu sudah cukup. Dan yang terpenting, saat aku melepaskannya, aku tahu ia akan lebih berbahagia. Itulah artinya ketulusan cinta. Bukan kah cinta itu membebaskan??

4 komentar:

Henny Y.Caprestya mengatakan...

nggak konyol kok mbak. cocok dengan tema "cinta tak harus memiliki". kalo memang mo dimasukin ke dalam novel kayaknya bagus, asal cocok dengan gaya bahasa novelnya :)

DESFIRAWITA mengatakan...

@ henny :
wah, thanks banget yach buat masukannya. Penting nich saran dari orang2 berpengalaman bikin tulisan. Soalnya aku ini kan penulis awam. hehehe...
Thanks a lot !!

Alil mengatakan...

wit, surat cintanya rada desperate yah..
hehehe...
cowo ga se desperate itu lho...

DESFIRAWITA mengatakan...

@ alil :
hehehe....iya ya?? nah itu makanya aku perlu masukan dari kamu. He2x...tapi ada juga loh yang kayak gitu, teman aku. Aku kan cuma nyeritain pengelaman nya, tapi kayaknya terbawa suasana dan terbawa perasaan.
Tapi makasih ya, buat kritikannya :)