28 Desember 2009

Bulan Muharram dan Tabuik

Bulan Muharram adalah bulan yang bersejarah bagi umat muslim. Tidak terkecuali bagi masyarakat Pariaman. Karena biasanya di bulan ini akan diadakan Pesta Rakyat yang bernama "Tabuik".

Pesta Tabuik ditujukan memperingati kematian dua cucu Nabi Muhammad SAW, yakni Hasan dan Husain yang memimpin pasukan kaum muslim saat bertempur melawan kaum Bani Umayah dalam perang Karbala di Mekkah pada Tanggal 10 Muharram 61 H atau tanggal 10 Oktober 680. Dalam pertempuran itu, Husain wafat secara tidak wajar. Sebagian muslim percaya jenazah Husain diusung ke langit menggunakan "Bouraq" dengan peti jenazah yang disebut Tabot. Kendaraan Bouraq yang disimbolkan dengan wujud kuda gemuk berkepala wanita cantik menjadi bagian utama bangunan Tabuik.
Pesta Tabuik ini biasanya diselenggarakan selama 10 hari dari tanggal 1-10 Muharram.  Dua unit tabuik dibuat anak Nagari Pariaman dan selama itu pula pada malam harinya digelar aneka atraksi budaya Minangkabau. 

Tabuik berbentuk bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan, dan bambu dengan tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Bagian bawah Tabuik berbentuk badan seekor kuda besar bersayap lebar dan berkepala "wanita" cantik berjilbab. Kuda gemuk itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas. Kuda tersebut merupakan simbol kendaraan Bouraq yang dalam cerita zaman dulu adalah kendaraan yang memiliki kemampuan terbang secepat kilat.

Pada bagian tengah Tabuik berbentuk gapura petak yang ukurannya makin ke atas makin besar dengan dibalut kain beludru dan kertas hias aneka warna yang ditempelkan dengan motif ukiran khas Minangkabau. Di bagian bawah dan atas gapura ditancapkan "bungo salapan" (delapan bunga) berbentuk payung dengan dasar kertas warna bermotif ukiran atau batik. Pada bagian puncak Tabuik berbentuk payung besar dibalut kain beludru dan kertas hias yang juga bermotif ukiran. Di atas payung ditancapkan patung burung merpati putih.

Di kaki Tabuik terdapat empat kayu balok bersilang dengan panjang masing-masing balok sekitar 10 meter. Balok-balok itu digunakan untuk menggotong dan "menghoyak" Tabuik yang dilakukan sekitar 50 orang dewasa.

Tabuik dibuat oleh dua kelompok masyarakat Pariaman, yakni kelompok Pasar dan kelompok Subarang. Tabuik dibuat di rumah Tabuik secara bersama-sama dengan melibatkan para ahli budaya dengan biaya mencapai puluhan juta rupiah untuk satu Tabuik.

Setelah Tabuik siap maka pada hari puncak digotong dan diarak di jalan-jalan utama dengan diiringi dentuman alat musik tambur dan atraksi musik gandang tasa yang disaksikan hingga ratusan ribu massa yang memadati tepi jalan di Kota Pariaman.

Dua tabuik kemudian bertemu di Pantai Gandoriah Pariaman, lalu kembali dihoyak disaksikan ratusan ribu massa. Menjelang matahari terbenan, dua tabuik dibuang ke laut.

Pesta Tabuik, digelar tiap tahun di Pariaman dan menjadi daya tarik utama pariwisata kota pinggir laut itu, serta Sumbar umumnya. Ini sudah menjadi agenda Pariwisata tiap tahunnya. Pegunjung dari dalam negeri maupun mancanegara biasanya tidak lupa untuk menyaksikan "pesta hoyak tabuik" ini. Namun sayang, musibah gempa yang terjadi tanggal 30 September 2009 kemarin, membuat agenda tahunan itu terpaksa tidak bisa dilangsungkan tahun ini. Mengingat kondisi Sumbar, atau Pariaman khususnya masih dalam masa rekonstruksi.

Aku cuma berharap kota ku, Pariaman, akan cepat bangkit dan hoyak tabuik kembali bisa dilaksanakan.

I hope !!

7 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tabuik itu bangunan toh. thanks infonya jadi tau nih.

DESFIRAWITA mengatakan...

Tabuik itu sejenis arak-arakan kayak barongsai itu loh,
kalo udah usai ya, dibuang ke laut
sejenis ritual juga sih

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

wah, mantabh neh infonya.. seperti ogoh2 yg di bali itu ya wit? ah, sayang aku nggak bisa menyaksikan langsung..
eh mungkin taon depan, sapa tau bisa.. jgn lupa sebelum pesta tabuik taon depan, aku diingetin ya wit.. hehehe..

DESFIRAWITA mengatakan...

@ pohon :
pohon mau main ke sini kalo tabuik? janji ya, ntar wit kabari.
doain aja tahun depan ada lagi :p

Anonim mengatakan...

ayok2 datang ke tanah piaman,saksikan pesta adat rang piaman yang diadakan setiap tahun.!!!sayang tahun ini 2009 ngk di adakan krna bencana alam...mogah2 tahun de4pan di ada kan kembali amin

rendi parizz mengatakan...

hahaha,waduh piaman jadi menarik di mata kita rupanya budaya ini mengandung hiburan dan budaya,...bagi pengemar tabuik thun ini 2009,,tdak di adakan,,,mslah nya ada msalah dengan bencana yang melanda sumbar...moga2 aja 2010 di adakan pesta rng piaman ini ya AMIN

DESFIRAWITA mengatakan...

@ aninoim & rendi :
yupz...
semoga tahun depan ada lagi
amiin...

jangan lupa berkunjung ke pariaman yaaa...
:D