29 Desember 2009

Lagi-Lagi Mereka Meninggalkan Ku Sendiri

Sore itu, kau berlari-lari mengejar ku dan tersenyum lebar. Aku cuek, sudah biasa melihat mu seperti itu. Kau selalu datang dengan memperagakan gigi mu nan kecil-kecil.

Lalu kau duduk disamping ku, melihat ku merapikan kertas-kertas kerja yang baru saja selesai ku ketik. Dan kau masih terseyum. Masih, ku biarkan kau dengan dunia senyum mu itu.

"Aku akan pergi" tiba-tiba kalimat itu meluncur dari bibir mungil mu.

Aku menoleh, menatap mata mu lebih dalam, mencari-cari apa ada dusta disana. Ternyata tidak. Seharusnya aku sudah tahu bahwa kau tidak mungkin bohong. Tapi rasanya aku berharap hari itu kau hanya membohongi ku.

"Aku serius, aku akan pergi. Aku ditawarkan pekerjaan yang lebih baik"

Kau benar-benar serius dengan ucapan mu. Aku terdiam. Mencari kata-kata yang tepat untuk memulai pembicaraan atau mencoba menguatkan diri dari perasaan sedih. Aku menyunggingkan sebuah senyuman untuk mu. Ku lihat dimata itu sudah ada kesedihan, dan baru ku sadari, mata itu telah sembab dari tadi. Aku mencoba terseyum, menguatkan mu dan juga diri ku sendiri.

"Oh ya? Wah, selamat ya. Ternyata rejeki memang nggak bakal kemana. Trus kapan mulai kerjanya?"

"Senin besok" jawab mu sambil terseyum lagi. Kembali aku terdiam, ah secepat itu? Rasanya aku tak kuat untuk menahan sesak. Bibir ku terasa kelu untuk berucap. Tapi ku paksakan untuk tak menangis.

"Sudah jam 5. Apa kau akan pulang? Padahal aku ingin mengajak mu makan sebagai pesta perpisahan ku" kata mu mencoba menahan ku.

"Apa kau benar-benar tak akan datang lagi ke sini? Kau masih bisa mengunjungi ku di sini kan? aku tak akan kemana-mana" Jawab ku meyakinkan, padahal aku hanya tak inginkan salam perpisahan. Terlalu sakit.

"Baiklah. Mungkin lain waktu aku akan mengunjungi mu. Jangan berhenti bermimpi ya, suatu saat kau mungkin juga akan pergi seperti ku. Sampai jumpa" Kata mu sambil melambaikan tangan dan kau pun berlalu meninggalkan ku yang tengah berjuang dengan sesak dan kepedihan.

Lagi-lagi mereka meningkalkan ku sendiri. Mengurung ku dalam lingkaran yang sepi.


--Lonely--

13 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ini pasti perpisahan dg th 2009. bener gak?

alfarolamablawa mengatakan...

PERTAMAXXXX
masih ada sahabat2 yang menemani Kakak. no one is an island

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

hehe.. ini real ato ndak wit?
tapi apapun itu, bagus loh menurutku..

*thumbs up*

Pit mengatakan...

Aku akan selalu ada untukmu, walaupun sekarang tak lagi terlihat barisan gigi kecil ini setiap sore disaat senyumku, walaupun sekarang tak lagi kutatap saat dirimu mengemasi kertas-kertas itu

aku akan selalu ada dekatmu, selalu menatapmu, aku akan selalu ada disini, di dalam hatimu. begitupun aku

bersama kita memeluk dunia. suatu hari..

ninneta mengatakan...

*sedih*

Alil mengatakan...

hmmm...
nice wording..
for metaphor theme...?

DESFIRAWITA mengatakan...

@ mbak fanny :
perpisahan di 2009 dengan seseorang, mbak

@alfarolamablawa :
yup, no one is an island

@ pohon :
real donk,
ya semoga saja ini yang terbaik

@ pit :
hehehe...sukses ya buk di kantor barunya

@ nineta :
memang sedih, tapi mesti di bikin happy

@ alil :
thanks alil

yans'dalamjeda' mengatakan...

Wajah-wajah datang dan pergi
samar, menyisakan rindu yang dalam
hingga ia kan kembali datang
membawa banyak cerita
tentang kita

Lina mengatakan...

komenku ilang yak ?

Lolly mengatakan...

selalu deep..
*hugs*
>:D<

Ari mengatakan...

Ohhhh cinta...
Deritanya tiada akhir.

ajenk mengatakan...

waaahh....perpisahan emang gak pernah ngenakin ya...

fufufufuu...

Cheer Up...!! :)

DESFIRAWITA mengatakan...

@ yans:
cepat kembali ya, aku ingin dengar cerita mu

@ lina :
nggak hilang kok. tuh dah nongol. :p

@ lolly :
*hugs again*
:D

@ ari :
cinta oh...cinta

@ ajenk :
ya begitulah sedihnya perpisahan :(