07 Desember 2009

Pesawat Kertas



"Kau jangan pergi, nanti aku merindukan mu?"
"Kelak, ketika kau merindukan ku, tuliskan lah pesan mu di kertas ini, lalu kau buat sebuah pesawat kertas dan terbangkan ke angkasa. Aku pasti akan menerima pesan mu. Kau jangan berpikir aku tak merindukan mu, rinduku mungkin sebesar rindu mu bahkan lebih besar. Kendati kita harus berpisah, mungkin hanya inilah yang bisa kita lakukan"

--

Sekian tahun berlalu dari perbincangan senja itu. Sulit dipercaya bahwa ini adalah kenyataan. Tapi yang terjadi memang harus terjadi. Kini aku hanya bisa mengenang salam terakhir itu dan menerbangkan pesawat kertas ini.

Aku berharap rindu ini bisa terjawab oleh mu, meski yang tersisa kini hanya serpihannya.


--

7 komentar:

Pit mengatakan...

Setelah perahu kertas, pesawat kertas, selanjutnya.. di tunggu Mobil Kertas. hehehe...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

apakah ini kisah nyata?

DESFIRAWITA mengatakan...

@ pit :
hehhee...ditunggu aja buk, ntar kak yang nyiptain mobil kertasnya
tenang aja, pit boleh numpang kok, naik gratis turunnya bayar
wkwkwkwkwkwk

@ sang cerpenis :
aku berharap ini bukan kisah nyata
karna sulit sekali memendam rindu pada seseorang yang telah pergi
hiks...hiks...mengharukan sekali

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

yup, benar sekali wit..
sungguh sangat mengharukan.. nice post.. :)

oh iya, tugas 'tag book' telah selesai dikerjakan.. makasih ya.. :)

DESFIRAWITA mengatakan...

hehehe...
memang mengharukan

makasih ya udah laksanain tugasnya

Alil mengatakan...

sukaaaaa...
sama gambar dan tulisan ini...
luar biasa... manstap...

DESFIRAWITA mengatakan...

@ alil :
alil kalo kesini emang bikin seru
kesannya histeris banget
hehehe
thanks ya udah sempat mampir meskipun kayaknya alil sibuk banget.

sukses terus deh buat alil