24 Juni 2010

Penjahat Kata

Jangan bilang aku kafir, hanya karena tidak menulis tentang Tuhanku. Jangan kau bilang aku manusia tak beriman, hanya karena tidak menyertakan nama Tuhan dalam setiap tulisanku.

Hey..jangan sekali-kali kau bilang demikian. Aku ini manusia beragama. Punya iman dan punya Tuhan yang selalu dan akan selalu ku Imani.

Atas dasar apa kau menuduhku demikian. Kau bahkan tidak mengenalku sama sekali. Setiap orang mempunyai dua sisi yang berbeda--kau, juga aku. 

Aku ini hanya manusia biasa yang dikelilingi dengan kealpaan. Manusia yang kadang dihanyutkan dengan cinta. Tapi bukan berarti kau berhak menyimpulkan bahwa aku tidak mencintai Tuhanku. Kau tidak tahu hatiku--dan akupun tidak ingin memberi tahumu. Imanku ada dihatiku, ditempat dimana hanya aku dan Tuhanku saja yang mengetahui.

Aku ini manusia, yang mencintai cinta, mencintai kehidupan yang Tuhan berikan untukku. Aku ini manusia yang bahkan bisa terlupa. Tuhan menciptakan ku hidup untuk berbuat baik dengan sesamanya, bukan memusuhi sesamanya. 

Sekali lagi ku tegaskan pada mu, aku ini hanya manusia biasa, bukan malaikat. 

Lantas kau ini siapa? Kau bilang manusia Tuhan yang paling suci. Lalu kenapa kau menyulut api permusuhan denganku, manusia yang kau anggap kotor ini. Bukankah kesucianmu itu bisa memaafkan kekhilafanku? Lantas kenapa kau membiarkan api-api berlemparan dijalanan, anak-anak dibantai, istri-istri menjadi janda, hanya karena kau bilang kau manusia yang paling suci. 

Ah, aku bingung dengan dirimu. Rasanya tidak ada satu agama pun yang mengajarkan umatnya untuk berbuat kejahatan. Lalu kenapa kau menjahatiku dengan kata-kata?

Kau ini siapa?


Ps. Ini hanya sajak biasa. Jangan sampai menyulut emosi juga.

5 komentar:

Raxen Vrathdar mengatakan...

wuah, dalem...ni suara hati kepada orang yang baru dikenal atau sudah laam berkenalan? :-/

neno mengatakan...

saya sepakat dengan sudut pandang anda...

memang manusia pun sekarang sudah merasa menjadi tuhan dengan memenjarakan tuhannya sendiri!

Itik Bali mengatakan...

kliatannya seperti sebuah luapan emosi ya mbak..

Desfirawita mengatakan...

@ Raxen : hmm..bisa dibilang org yg sudah kenal. terlalu menganggap dirinya suci, dan meremehkan org lain. tp sebenarnya dia siapa? apa memang sesuci itu?

@ neno : ya, begitulah kenyataan. dunia memang sudah mau kiamat. hehe...

@ itik bali : bisa dibilang begitulah. sedikit. hehe..

Raxen Vrathdar mengatakan...

wah, sabar aj ya des,bnyak org yg slah menafsirkan tntang dri mkta, tp m gmn lg? cb aj kt phami terus, tp kl g bs, y udah...lewat