Saat rasa ini mendekat, aku tahu perahunya sudah lama menjauh atau mungkin saja telah berlabuh di perhentian terakhirnya. Dan di sini, aku hanya menatap langit biru yang sepi ditinggalkan kepak sayapnya. Tiada lagi derap langkah memburu, tiada lagi ketukan di pintu, tiada lagi cengiran lebarnya menyambutku--dia sudah pergi. Dan aku akan tetap disini menunggunya kembali--meski entah kapan.
No body want to wait forever.
Mungkin benar. Menunggu itu melelahkan. Tapi aku sudah memutuskan untuk menunggu--untuk yang kesekian kalinya. Sebab aku tahu penantian itu bukan tanpa ujung. Aku percaya, dia akan pulang dan menemuiku di sini. Dia akan kembali menagih Jingga yang dia tinggalkan untukku. Aku percaya, kami akan kembali bersama merajut senja.
Maka dari itu, aku berdiri di sini. Menatap rindu pada camar-camar yang beterbangan di langit senja. Tidak ada cerita yang habis setelah ia tinggalkan. Sebab aku akan selalu di sini menggoreskan liriknya.
"Aku tahu kau akan pulang. Karna kau sudah berjanji. Kau tahu akan menemukanku dimana, kan?"
Cepatlah pulang.
Because, I'm waiting for you