16 April 2011

Aku = Niah

"Niah, lo lagi ngapain?"
Aku langsung cemberut ketika membaca pesan singkat pada layar ponsel 1110 ku itu. 
"Dasar!" kutukku dalam hati. Meski sedikit jengkel tapi senang juga, ternyata ia masih ingat nama itu. Dia satu-satunya orang yang sering memanggilku dengan nama aneh itu.
"Kenapa harus Niah, sih? Kan masih ada Rani, Shepia, ato Khailila?" tanyaku uring-uringan.
"Ha-ha. Karna cuma nama itu yang cocok sama lo" Jawabnya tanpa perasaan.
"Dasaaaaaaar..." 
Aku mencak-mencak kesal. Selalu jawabnya begitu. Selalu membuat aku cengengesan sekaligus uring-uringan.
"Tapi gue heran, kenapa Niah sih?"
"Tanya Mas Eross lo deh. Cuma dia yang tahu sejarahnya."
"Iya ya. Mas Eross gue selalu punya nama stock nama yang unik-unik. Itu sebabnya gue selalu cinta sama dia..."
"Walaaaaah...cowok ceking plus dekil itu aja lo suka. Manggung aja pake pinyama. Nggak banget deh..."
"Arrrgghhh..."
Lagi-lagi dia membuatku kesal dengan celutukan-celutukannya yang "kejam" itu. 
"Tapi waktu itu lo ketawa-ketawa juga, kan? Buktinya lo masih ingat sama acara itu?"
Hmm..kali ini dia harus mengakui bahwa sedikit banyak dia juga ngefans sama si Mas Eross gw itu.
"Yaa...gimana gue nggak ingat. Baru kali ini gw lihat band manggung pake piyama. Aneh"
"Halaaah...bilang aja lo salut sama keunikan mereka itu yang nggak bisa lo temuin sama Bang Aril lo yang jaim itu."
"Iya sih, tapi..."
"Udeeeh...nggak ada tapi-tapian. Bilang aja lo SUKA. Titik"
Hhihi...kali ini dia tidak berkutik.
"...ya sih" akunya kemudian.
"Tapi sedikit" katanya cepat.
Wkwkwkwk...aku tertawa geli. Puas rasanya membuatnya mengaku. Sedikit dari mana, orang semua lagu dia hapal, kok. Dan sering banget dijadiin soundtrack hidup. Tapi ya itu, dia paling anti mengakuinya.

Percakapan itu sudah lama berlalu, teman? Tapi aku masih saja mengingat setiap detil yang ia katakan. Momen-momen lucu yang sudah lewat itu selalu bisa membuatku tertawa geli dan cengar-cengir. Memang tidak mudah menghapus masa lalu, ya? Suka. Duka. Semua adalah pembelajaran untuk melangkah ke depan. Dan percakapan sederhana itu, bukankah cukup manis untuk dikenang?

"Gue kangen lu na..."


========

Catatan :
Gue adalah fans beratnya Sheila on 7, sehingga dia selalu memanggil gw dengan sebutan NIAH yang diambil dari judul lagu di album "Pejantan Tangguh" SO7. Sedangkan Dia, (dulu) suka banget sama Ariel Peterpen, sampai-sampai gue menyimpan namanya di phone box dengan nama LUNA MAYA. 
Kebiasaan yang aneh memang, tapi gue selalu menyukai percakapan-percakapan konyol itu. 

2 komentar:

Viksana mengatakan...

Ilasan yg baru dan menarik...Thnks infonya y

Ra-kun lari-laRIAN mengatakan...

justru karena sederhanyanya itu, makanya terasa manis. iya kan.
semoga masih bisa mendapati obrolan2 sederhana seperti itu lagi ya ^^