19 Maret 2012

Pulang


My Mom
Aku melihat bangunan berbatu bata merah itu dari ujung jalan. Tampak megah meski  catnya sudah pudar dan mengelupas. Ada aroma kehangatan di dalamnya bahkan dari jarak sekian meter, seluruh inderaku bisa merasakannya dengan mudah.

Sudah beberapa pekan tidak kembali ke sana. Rasa rindu seolah membuatku menggelepar sepanjang minggu ini. Aku kangen teh panas yang dibuatkannya tiap pagi.

Dia pasti di depan sana. Di dekat jendela di sisi kanan. Kendati dari sana ia bisa melihat anak-anak bermain.

Look! Dia pasti disana! Aku bisa melihat seraut wajah sendu itu. Sedang tersenyum dari balik tingkap jendela melihat anak-anak bercengkrama di beranda. I know she’s there. Because it's her favorite place.

Aku melihatnya sejenak menghilang. Entah kemana. Mungkin untuk memastikan bahwa perapian tetap menyala atau mungkin ia telah menyadari kehadiranku? 

Aku tahu jawabannya setelah menemukan senyumannya di depan pintu.

“Welcome home, dear.” Ucapnya sembari memelukku.

Then...aroma kehangatan itupun menjalar keseluruh tubuhku. Lebih hangat dari hot tea yang dia buatkan setiap pagi bahkan tak kalah panas dari sengatan matahari yang membakar kulitku ketika beraktifitas. Dia adalah sumber dari semua kehangatan.

“I’ve missed you, mom!”



......................................
Cerita ini aku dedikasikan untuk Ibu.


4 komentar:

Asep Saepurohman mengatakan...

cepat pulang :)

De mengatakan...

@Asep : Iya. Sedang bergegas ke sana :)

nenidree mengatakan...

there's no place warmer than ur mother's ... ^__^

De mengatakan...

@Nenidree: Agree with you :)