26 Oktober 2009

Jejak Kenangan



Dulu kita seperti ini, 
berjalan beriringan dan bergandengan tangan
kini hanya jejak kenangan yang tertinggal, 
seiring semakin jauhnya perjalan yang kita tempuh

Ingkar



Tunggu aku di sana ya, aku akan bawakan kau sesuatu. Kau pasti suka. Begitu kata mu waktu itu. Aku percaya. Maka dari itu aku menunggu mu di sana. Di jalan lengang tempat kita  biasa bertemu dan menghabiskan waktu berdua.

Aku datang pagi-pagi sekali dengan secangkir teh panas yang masih mengepul. Itu biasa ku bawakan untuk mu bila kita berjanji untuk bertemu. Kata mu secangkir teh panas dari ku, bisa mengusir hawa dingin yang menyusup.

Lama aku menunggu mu di sana. Satu jam...Dua jam....bahkan sampai matahari kembali terbenam pun, kau tak juga kunjung datang.  Dimana kau? Apa yang terjadi pada mu? Apa kau lupa bahwa kau  sudah berjanji  pada ku setahun yang lalu akan datang menemui ku di sini? Atau kau sudah lupa dengan tempat kenangan ini?

Di sini hanya suara jangkrik yang terdengar, bukan tawa mu lagi. Aku menyesap teh yang sudah lama dingin, menikmati aroma kesepiannya. Lalu beranjak pergi dari tempat itu, tempat kau mengikatkan janji, lalu mengingkarinya.

Padahal kau sudah berjanji akan datang


25 Oktober 2009

Konser Sang Idola


Check...satu dua tiga....
Baru kata itu yang keluar dari microfon di atas panggung sana, tapi teriakan yang melatarinya tak kalah rame. Aaaaaaaaa.....Begitu teriakannya saling bersahutan. Aku juga. Mengambil barisan paling depan, dekat dengan pembatas panggung. Huaaa...aku bisa lihat lebih dekat.

Hampir 15 menit berlalu. Dada ku semakin berdebar-debar. Deg deg deg deg begitu bunyinya kira-kira. Ah, kenapa lama sekali. Aku sudah tidak kuat menahan debaran dan sesak karna suasana lapangan makin panas. Oh, my God. Cepatlah dimulai.

Apa kabar Padang??? Begitu sapa ramah sang vokalis. Spontan suasana yang tadi agak sedikit kendor kini semakin memuncak. Dutaaaa...Erossssss...Saktiiiiii...Adaaaaaam...Antooooon.....lalu satu persatu personil Sheila on 7 itupun keluar dan mengambil posisi masing-masing.

Lagu pertama yang mengalun di Lapangan Udara Tabing Padang ini adalah Pejantan Tangguh. Maklum ini kan tour promosi album ke 4 Pejantan Tangguh.



"Hei wit, loe lihat idola loe kan? Itu si Eross? wah, loe nangis?" begitu kata teman ku  Rona mengingatkan akan keberadaan idola ku yang telah di depan mata. Aku tak kuat untuk tak mengeluarkan cairan bening itu. Sekian tahun, aku memimpikan waktu ini terjadi dan sekarang my dreams come true. Aku terharu dan sangat bahagia.

Tahukah lagu yang kau suka
Tahukah bintang yang kau sapa
Tahukah rumah yang kau tuju
Itu aku...


 ----------

Malam semakin beranjak larut. Namun mata ku tak ingin terlelap. 10 menit yang lalu dia ada di depan ku, bernyanyi untuk ku, lalu melepas tawa untuk ku. Salahkah malam ini ku habiskan kembali dengan menikmati nyanyian yang kau ciptakan untuk ku??

YOU ARE MY INSPIRATION AND YOU'R THE BEST !!
MISS U SHEILA ON 7



---------

Cerita lama dari konser sheila on 7 di padang tahun 2004
(Teman2 gw yg nonton waktu itu, Rona, Rita, Enly, Arif. Hehehe...guys apa kabar loe??)

Nge-Blog Yuk


Kemarin ada seorang teman yang bertanya pada ku "Apa sih asiknya nge-blog? Apa juga untungnya menulis di blog. Cuma buang-buang waktu !!" begitulah kira-kira pertanyaannya.

Dan kau tahu aku menjawab apa? Aku bilang "Semenjak aku nge-blog, aku merasa jadi orang paling pintar sedunia, menjadi lebih percaya diri dan nggak kuper".

Ia malah bilang aku lebay dan narsis. Aku cuek. What ever u say lah, yang penting buat gue nge-blog itu menyenangkan. Have fun donk, friend. Dunia ini nggak semua bisa loe lihat dengan mata telanjang (maksudnya apa coba?).

Sekarang loe udah mengertikan kawan?
Hayolah coba nikmati asiknya Nge-blog. Betulkan Blog mania???


24 Oktober 2009

Sejenak



Esok hari aku tak akan melihat mu lagi, di sini
Esok hari kau kan meninggalkan ku sendiri, di sini
Tiada berkawan, hanya dengan kesepian dan kenangan dengan mu

Tak bisakah kau tinggal untuk beberapa saat saja, hari ini
Biarkan kita bercengkrama tentang hal-hal yang disukai
Tak perlu ada cemilan atau minuman kaleng
Cukup cerita mu saja, itu akan lebih hangat daripada secangkir teh panas sekalipun

Berhentilah sejenak saja, di sini hari ini
Biarkan kita menghabiskan waktu-waktu yang tersisa
Hingga akhirnya aku benar-benar melihat mu pergi
Memunggungi ku dan menjauh

Biarkan sejenak di sini, hari ini


-------