12 November 2009

Ketika Sesak Menyekap




Dengan perasaan sesak aku berusaha menahan tangis
apa yang ada dipikiran ku kini hanya sebuah kekosongan
ketika yang lain tertawa aku memilih bungkam
hanya kebisuan dan sedikit senyum yang ku tawarkan
tak ada harapan lagi meski yang lain berkata masih
apa mereka mengerti bahwa aku ini seorang manusia
kadang terasa lelah dengan pencarian yang tiada berujung
pernah berputus asa dan kehilangan harapan
aku yakin mereka akan berkata sama bila diposisi ku
maka dari itu biarkan ku sejenak berdiam
bungkam dengan kekecewaan yang terasa
hanya ini satu-satunya jalan untuk melepaskan sesak
maaf, beri aku waktu sejenak


--

4 komentar:

ello "maniak story" mengatakan...

Puisi ini, keren, menggugah, penuh dng hati, dan renyah untuk didengarkan.

denny mengatakan...

huf huf.,,,
ambil napas panjang.. embuskan..


:D
sabar sabar.
banyak doa.

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

setuju ma 'denny'..
sabar ya wit.. syukuri dan ikhlaskan..
semoga kan kau temui segala hikmahnya..

DESFIRAWITA mengatakan...

@ ello :
hehehe...ello muji banget deh, jadi geer nich :D

@ denny :
Ufff.....
terasa lega den :)

@pohon :
yup...benar banget. yg penting ikhlas.
thanks ya...