07 Januari 2010

Tanpa Mu




Ku pikir setelah tak mengucap salam perpisahan pada ku, kau akan kembali untuk sekedar meminta maaf dan menebar senyum yang menggoda itu. Tapi ternyata aku salah. Sampai saat ini kau tidak kembali. Bahkan setelah beberapa dekade berlalu.

Ternyata kau ingkar. Kau melupakan ku begitu saja. Secepat itukah aku enyah dari pikiran mu? Rasanya sulit dipercaya, mengingat dulu kau selalu menelpon ku setiap beberapa menit hanya untuk mengatakan "aku merindukan mu".

Waktu itu aku selalu mengatakan kau si perayu ulung, karena kau selalu bisa membuat ku bertekuk lutut setiap rayuan maut mu itu mulai menjalari ku. Aku selalu mengejek mu tentang sifat perayu mu itu, tapi kau tak marah, kau malah menyukainya. Itu panggilan kesayangan ku untuk mu.

Kau tahu, disaat-saat seperti ini aku selalu rindu dengan itu semua. Sepertinya rayuan mu sudah menjadi candu bagi ku. Tapi sayang kau tak disini lagi. Jangankan untuk merayu ku, untuk sekedar mengomeli ku saja, kau sudah tidak ada.

Ah, aku tak tahu kau sekarang ada dimana dan sedang apa? Kau pergi begitu saja, tanpa memeluk ku, hal yang bisa kau lakukan ketika kita akan berpisah, tanpa mengucap salam terakhir dan yang lebih menyakitkan kau pergi tanpa memberi ku kesempatan untuk mengucapkan bahwa AKU MENCINTAI MU.

Kau pergi begitu saja, tanpa tahu apa yang telah terjadi disini. 

Kau tahu, aku mati tanpa dirimu.

10 komentar:

SeNjA mengatakan...

terkadang kita terlambat menyadari,dan disaat itu terkadang kita sudah tidak memiliki kesempatan untuk mengatakannya....

nice post,sobatku ^_^

yans'dalamjeda' mengatakan...

Rindu... harus berkata apa aku tentang rindu?! Ia datang dengan membawa segenap bahagia dan luka. Merangsek bersama, dan kita tentu punya kuasa untuk memilih salah satu dari apa yang di bawanya...
Ayo...kita permainkan rindu!

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

hehe.. kaya syair lagu wit..
'tanpamu aku hilang'
dan aku percaya spt itulah memang adanya.. jalani apa adanya wit.. sedihlah jika memang itu sedih, sakitlah jika memang itu sakit.. hal itu akan mendewasakanmu, terus dan terus melangkah..
semoga tegar masih cukup kuat utk kau genggam..

Lina mengatakan...

so sad, wit.
kenapa nggak bilang ke dia aja tentang cinta itu...

Penikmat Buku mengatakan...

wih...kisah cinta

Syifa Ahira mengatakan...

coba hubungi dulu aja wit, daripada bertanya2 sendiri, ya kan?

Alil mengatakan...

jyaaaahhh...
pernyataan yang terlambat nih Wit..?

DESFIRAWITA mengatakan...

@ senja :
yup, kita akan merasakan betapa pentingya sesuatu itu justru setelah kita kehilangan

@ yans'dalamjeda':
haha..mempermainkan rindu?
boleh juga tu
ayo, kita permainkan rindu

@ pohon :
hehe...emang kayak syair lagu ya?
nulisnya tiba-tiba kok, bukan maksud plagiat.
:p
kehilangan seseorang bukan berarti kehilangan segala2nya kan?

@ lina :
udah terlambat soalnya

@ penikmat buku:
iya, kisah cinta antara aku dan dia
:p

@ syifa ahira :
just smile to answered

@ alil :
hahaha....sepertinya begitu sih, lil

Sari mengatakan...

Siapakah dia?
Beruntung sekali dicintai olehmu :)

DESFIRAWITA mengatakan...

@ sari :
ya, dia memang beruntung. tapi aku merugi. hahaha...