03 Februari 2010

Angin Masih Berhembus di Sini



Angin masih berhembus di sini
Mengisi paru-paru dengan aromanya
Menyapu gundah pada setiap helaan napas

Angin masih berhembus di sini
Menebarkan cinta pada pucuk-pucuk putik
Memberi rasa, memberi hasrat

Angin masih berhembus di sini
Pada waktu resah, pada waktu jeda
Memberi lena setelah lelah meresap

Angin masih berhembus di sini
Pertanda kehidupan masih tetap berjalan
Mari menggenggam harap,
Merangkai mimpi,
Lalu menerbangkannya

4 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

berhembus apa berhebus? mungkin salah ketik ya. saya juga suka salah ketik. yo wis, pokoke, puisinya keren. jadi merasa ada angin yg berhembus nih.

DESFIRAWITA mengatakan...

wah makasih mbak udah dikasih tahu kesalahannya. salah ketik dan hidung sedikit tersumbat. hehe...
thanks ya
:D

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

waow..

*pohon merindukan angin.. itu

DESFIRAWITA mengatakan...

biar bisa goyang-goyang ya, po? trus daun-daunnya bisa melambai-lambai?