04 Maret 2010

When You Believe

"Kamu kenapa masih bertahan di kampung sih, wit? Lapangan kerja di kampung kan sempit, kamu nggak bakal berkembang kalo jadi orang kampung terus, mending kamu ikut aku ke Jakarta. Aku bisa kasih kamu kerjaan yang lebih baik di kantor aku" Itu yang diucapkan teman ku lewat telpon beberapa minggu yang lalu.

Lagi dan lagi, tawaran dan bujukan itu tak henti-hentinya datang pada ku. Kadang membuat ku bimbang, dilema bahkan sesak. 

Tapi entah kenapa, kali ini aku tak menjawabnya. Hanya menyunggingkan sedikit senyum mungkin adalah tindakan yang tepat dari pada menjelaskan hal-hal yang tak kau mengerti.

"Gimana, wit?"

Kamu nggak bakal mengerti bagaimana perasaan ku, jika kau sendiri tak pernah mengalaminya. Mungkin suatu saat, ketika kau harus dihadapkan dengan pilihan antara cita-cita atau berbakti pada orang tua. Kamu tak akan mengerti, jika kamu masih memiliki orang tua yang normal dan lengkap. Kau tak akan mengerti itu, dan aku tak akan memaksakan kau mengerti dengannya. Aku hanya berharap, kau tak akan pernah mengalami hal yang sama dengan ku.

Andai kau tahu, aku tak ingin memilih jalan ini. Aku ingin cita-cita dan pengabdian ku bisa berjalan searah, tapi apa boleh buat, Tuhan memberi jalan yang lebih sulit bagi ku. Aku melakukan ini demi Ibu dan nenek ku. Dan aku tidak menyesal keputusan ku. 

"Pikirkan lagi, wit"

Aku selalu memikirkannya. Namun, bagi ku ini adalah keputusan yang tepat saat ini.  Suatu saat, entah kapan itu, aku selalu percaya bahwa Tuhan akan memberikan bingkisannya untuk ku.

Aku selalu percaya pada janji-janji-Mu, ya Rabb........

---


17 komentar:

kebookyut mengatakan...

semangat mbak wiwit... selalu berusaha berbuat yg terbaik!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

hati2 kalo ada yg nawarin kerjaan. Jakarta gak selalu ramah. apa2 mahal dan byk kejahatan. aku malah lebih setuju kerja di luar jakarta.

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

semoga kebahagiaan akan kau dapatkan atas pengabdianmu pada orang tua, wit..
amieeenn.. :)

anyin mengatakan...

saya mengerti kok...

Bintang mengatakan...

sayapun mengerti, tapi sayangnya tidak punya nyali untuk menetap dikampung sendiri. mimpi-mimpi ini terasa nyata jika saya bisa pulang ke rumah membawa segenggam cinta kasih, menunjukkan kebanggaan kepada wanita setengah baya yang selalu menyambut dengan pelukan, senyuman dan setetes air mata.

Salut deh...


eniwei, nice blog!!

maiank mengatakan...

ada mimpi yang akan Tuhan ijinkan untuk mb wiwit..mungkin dengan melalu jalan ini dulu.

bisa membahagiakan orang tua/keluarga itu sungguh luar biasa rasa indahnya, lebih dari hal hal biasa yang kita capai, karena dengan mereka kita ada...

keep smile.. ;)

Desfirawita mengatakan...

@ kebookyut :
makasih keboo...semangat dari keboo emang selalu bikin aku kuat

@ mbak fanny :
aku nggak tahu jakarta itu gimana, katanya kejam, tp memang aku nggak suka tinggal dikota besar yg penuh sesak

@ pohon :
semoga,po. amiiin...

@ anyin :
terimakasih karna kau mengerti diri ku :D

@ bintang :
terimakasih sudah berkunjung

@ maiank :
semoga saja, maiank. semoga Tuhan akan memberi kado terindah lewat pengabdian ku...
:D

Rava mengatakan...

you know wit...
aku dulu sempat berfikir begitu.
cita"ku kandas karena harus pulang menemani papa yang sedang sekarat.

aku merasa jadi manusia tak berguna, tak sederajad dengan teman"ku karna sudah pasti aku tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak karena aku gagal mendapatkan gelar SARJANA.

Tapi ternyata tuhan menciptakan jalan berbeda untuk kita tempuh. Suatu hari aku diterima menjadi Pegawai BUMD yang setaraf dengan PNS. Semua kebutuhanku bisa aku penuhi dan masa depanku sudah terjamin. Andai aku mengenyampingkan orang tua, dan masih disana, dijakarta mengejar cita" dan gelar sarjana, entah bagaimana aku sekarang.

Belajar dari pengalamanku say...
kamu harus yakin bahwa takdir manusia tidak sama tapi tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk umatnya.

lilliperry mengatakan...

dimana saja asal kamu bahagia, jangan tergoda gemerlap Jakarta.
dan untuk alasan itu, sangat masuk akal. Pengabdianmu tidak akan bisa dibayar dengan hal lain

i'll pray for you :D

kesehaRian Ra-Kun mengatakan...

semangat! :)
have a nice weekend.. :)

harto mengatakan...

ayooo semangat, masih banyak jalan.... Allah bersama kita.

eca mengatakan...

salam kenal, numpang baca yaaa

aya mengatakan...

salamkenal ya mba

Tha..^^ mengatakan...

kalo katanya sih : pergilah kemana hati membawamu :)

Darin mengatakan...

Kadang pilihan jadi dipertanyakan saat ada yang menggoyangnya. Namun percaya saja, kalau kita yakin, niscaya semua bisa dipermudah.
Just keep fight! :)

aviorclef mengatakan...

-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Assalamualaikum,
*******Salam ‘Blog’!!*******

“Salam kenal mbak, Kenalkan saya Badul Azis....
Mbak, bukan maksud sotoi atau bagaimna..Tapi saya sangat paham apa yang mbak rasain, sangat teramat mungkin...Karena sekarang saya juga sedang mengalami alur hidup sedemikian....
Kadang saya juga sebel terhadap pendapat teman yang sekana subjektiv, hanya melihat dari satu sisi, menurut dia, seharusnya..
Dia tiada pernah berada pada posisi kita...
Semoga saja tidak...
TAPI KIta tetap berjuang ya mbak,,suapaya dapatkan yang terbaikk
Dan semoga allah meridhoi dan mengizini kita..menjadsikan ini sebagai ibadah dan ladang pahala...
Amin...
OH Ya mba, akalau ada waktu,,,yuk main ke gubuk jelek saya di www.cosmorary.com
www.cosmorary.com


-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-

Elsa mengatakan...

rizki itu sudah diatur sama Allah. gak usah khawatir. setiap orang punya rejekinya sendiri sendiri.

tinggal berusaha dan tekun bekerja. insyaAllah... jika Allah ridho, semuanya akan baik baik saja.