27 Juni 2011

Funfictif : Special Episode (Disini Untukmu)

This story was adapted from Japanese drama series, Zettai Kareshi (Absolutely Boyfriend).  Setelah kemarin tentang Tenjo Night and Izawa Riiko, giliran Asamoto Soshi. 
Happy reading ^_^ 




Soshi Feeling,

.....aku melihatnya menapaki tangga di depan rumah. Melangkah pelan-pelan menghampiriku. Aku menatap wajahnya dalam-dalam. Dia membisu. 

Tapi aku bisa mendengar hatinya berkata, "Sudah berakhir. Dia sudah pergi dan membawa sebagian hatiku. Maaf"

Aku tahu perasaannya, meski ia tidak berkata-kata. Andai ia tahu, sebagian hatiku juga telah berkeping saat melepasnya ketika itu. Tapi hari ini, melihat kehadirannya di depan pintu, membuatku percaya bahwa bersamanya semua akan baik-baik saja. Untuknya, aku akan bersabar merangkai kepingan-kepingan itu kembali. Menyusunnya menjadi satu untuk kuberikan sepenuhnya kepadanya.


Aku adalah masa depannya, hari esok yang akan menemani perjalannya. Apapun yang terjadi dimasa lalu, aku akan tetap bertahan disampingnya. Meminjamkan bahu. Menyusutkan tangisnya dan membalut lukanya hingga mengering. Aku percaya, dia akan baik-baik saja bersamaku dimasa depan.

Maka dari itu, dengan semua cinta yang aku punya, aku menyambutnya dengan senyuman.


"Selamat datang, Riiko"


THE END 



22 Juni 2011

For You I Will

Dear temans,
Ini yang mau aku bilang sama kamu.
Ya.
Disini.
Masih ada aku.
Untukmu.
So, don't worry...
^_^




Jika masih ada resah di hatimu
Dan tak ada tempat untuk mengadu
Ingatlah disini masih ada aku
Yang setia berdiri hapus pedihmu

(Lirik By Blitz Band-Masih Ada) 

17 Juni 2011

Slide-Slide Kenangan

 Satu hari 5 tahun lalu, 28 April.

Deg.
Jantungku tiba-tiba berhenti ketika melihat dua sosok itu dikejauhan. Bertemu dengan mereka adalah hal yang paling tak ingin kutemui hari itu. Aku lelah sehabis praktek seharian plus capek dengan kegaguan yang membeku diantara kami. 

Andai aku bisa memundurkan waktu selangkah saja, aku tidak akan memilih berjalan kaki dijalan itu, naik angkot hijau jurusan bertuliskan Lurus (Ps.Raya - Ps. Baru Kampus UNAND) itu mungkin dengan senang hati akan kunaiki. Sayangnya hari itu aku sedang ingin berlama-lama diluar dan hanya ingin pulang dengan Bus yang full music. Tapi sepertinya waktu menginginkan aku bertemu mereka disini--di jalan Permindo, Padang.

Aku berusaha malangkah sewajar mungkin, berharap bisa berpura-pura tidak melihatnya. Namun....

"Dedek? Lo baru pulang?" sapaan itu akhirnya mengentikan kepura-puraanku. Aku tersenyum. 
"Iya nih, tadi banyak kerjaan." jawabku seadanya. Mereka balas tersenyum.
"Kalian dari mana?" tanyaku mencoba basa-basi.
"Nggak ada. Cuma jalan-jalan." 
"Oh.." 
Lalu jeda. Kegaguan itu merabat lagi. Ah, aku benci situasi ini. 

Pandanganku menangkap sebuah kotak dalam pelukannya. Aku tahu persis isi kotak itu apa, dan perlahan mulai mengerti kegugupan itu. 

"Ya udah, gue duluan ya" kataku sambil menarik lengan teman disebelahku. Keduanya mengangguk cepat. "OK!" jawabnya tanpa beban. 

Setelahnya kami berjalan menuju arah berlawanan. Sejenak aku sempat menoleh ke belakang, mereka berlalu--memunggungiku. 

Ada sesak terasa ketika itu, sebisa mungkin aku menahan air mata biar tak tumpah begitu saja. Sayangnya ketika tubuhku mulai nyaman dengan salah satu bangku bus di dekat jendela, aku tidak bisa lagi membendung tangis itu. Jadi beginilah akhirnya? Terabaikan.

Sejenak kubiarkan ia meleleh begitu saja. Melepas semua sesak yang menyekap. Namun kemudian aku sempat menangkap lirikan sang supir dari kaca spion. Malu-malu aku menyusut air mata dengan ujung lengan bajuku. Seharusnya tidak disini.

Bus melaju dengan cepat meninggalkan jalan itu. Aku melogokkan muka ke jendela, membiarkan angin menerbangkan kesedihan yang terasa. Sayup-sayup aku bisa mendengar music up beat dari speaker bus, begitu bersemangat dan menghentak. Aku mengulum senyum, seolah berterima kasih kepada sang supir yang sudah menghiburku. 

....sesaat kesedihan itu terlupakan.


source pic here

07 Juni 2011

06 Juni 2011

Copas Again

Hahaha... *ketawa duluan sebelum nulis*
Gw bukannya ikut-ikutan latah nulis tentang plagiator yang belakangan mendapat perhatian khusus dari teman-teman blogger, terutama  yang tulisan-tulisannya kena copypaste. Kayak Mbak Enno, Mbak Iwied, Mbak Gita dll. 

Dulunya karya gw juga pernah dicopypaste, semuanya lagi. Dari Header ampe isi. Gila. Saat itu gw dengan kerasnya memprotes sampai jor-joran di FB buat memperingatkan beberapa teman blogger yang karyanya juga dibajak. Kalo nggak salah, Mbak Iwied waktu itu juga termasuk. Sayangnya si pengecut itu malah kabooor and menghilang bersama blog kompilasi itu. 

Setelah kasus itu, gw pikir karya gw bakal aman. Secara belakangan gw jg jarang postingan apalagi BW. Tapi setelah melihat hal tersebut kembali mulai meresahkan warga *cieh kayak ketua RT lagi ngomong*, gw pun mulai mencari-cari, siapa tahu karya gw yang "luar biasa" *halah* ini juga diminati si plagiator. 

Dan ternyata.... BENAR. Karya gw pun sudah nangkring dengan manis disebuah blog. Bahkan, deskripsi blognya pun ngambil punya gw yang lama. Hadooooh....gw jadi nggak bisa berkata-kata saking "terharunya". Wish gw saat ulang tahun pun juga dicopypaste. 

Olala...ternyata gw sempat negor dia Tanggal 19 September 2010. Tapi di 25 Desember 2010 and 20 Januari 2011 dia ngambil lagi "TANPA IJIN". Walaaaah...ini anak nantangin kayaknya ya! >_<

Tapi gw nggak tahu harus bilang apa lagi sama orang kayak gini selain, "Belajarlah Menghargai Karya dan Kreativitas Orang Lain".

Yach, hanya himbauan-himbauan seperti itulah yang bisa gw lakukan kini. 

And sebagai seorang manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa, tolong ingatkan juga jika sekiranya tanpa sengaja gw melakukan hal yang sama. Gw ini penulis awam, masih ingin belajar lebih banyak. Dan bukankah kita disini sama-sama belajar? 

So, Dear Plagiator, mari kita sama-sama belajar.

^_^ 

*****

Nah inilah dia beberapa karya2 gw yang dicopypaste. 


 dan ini yang gw punya :


Bagi siapa yang sering berkunjung ke blog gw, pasti tahu kesamaan Deskripsi blog dia dengan gw beberapa waktu yang lalu. Hanya saja sekarang sudah gw ganti. 

White Lie



kubilang sebentar lagi,
kubilang sudah memasuki ending,
kubilang sedang dalam editan terakhir,
kubilang,
dan kubilang,
nyatanya aku bohong.
aku dan dia sudah tidak ada chemistry.
ya, kisah itu nyatanya terpenggal ditengah-tengah.
maaf jika membohongimu.
aku dan dia sudah tidak ada chemistry.
mungkin kau mau melanjutkan??