31 Maret 2010

WELCOME BACK

Allow semua...kangen nich. Ternyata udah 2 minggu blog aku tak berpenghuni, padahal banyak banget yang berkunjung. Sayangnya nggak ada yang menyambut. Maaf ya....

Tapi tenang aja, sebagai permintaan maafnya, di awal bulan ini aku mau bagi-bagi award buat kalian semua. Silahkan diambil dan semoga suka...

Award dari Ninneta :

Award dari Yans Jeda :
Award dari Ucil :

Silahkan dipilih award yang kamu suka, diborong semua juga bisa. Buat Ninneta, Yans Jeda dan Ucil makasih ya buat awardnya. Mudah2an dengan award ini, aku bisa menuliskan cerita lagi.

Teman-teman yang masih setia berkunjung ke sini meskipun aku nggak ada, makasih juga ya. Semangat dari kalian sangat berarti bagi ku.

LOVE U ALL...


18 Maret 2010

Thanks to U


Akhirnya aku memutuskan pergi
Terharu
Ternyata kau mengkawatirkan ku
Terimakasih untuk semuanya
Terimakasih untuk tawa yang biasa kau bagi pada ku
Tiada sesal ku rasa kini
Mengenal mu, adalah bagian terindah dari kisah hidup ku....

---

17 Maret 2010

Pada akhirnya

Maaf, jika aku tak lagi pandai mengeja kata-kata. Merangkainya hingga menjadi makna yang bisa kau baca setiap hari. Hati ku beku, bibir ku kelu, pikiran ku buntu. Itulah penyebabnya. Terlalu jenuh juga ku rasa.

Maaf, jika aku bukan lagi sang penyair masa depan yang kan meneriakkan ragam puisi ntuk menggelitik naluri dan pikiran mu. Jika aku bukan lagi sang penulis mimpi yang kan bercerita kisah dan resah yang setia berkelana dalam ruang imajinasi mu.

Maaf, atas semua jeda yang semakin hari makin terasa lama. Sungguh, aku tak lagi pandai menuliskan bait-bait ini untuk mu. Aku tak bisa. Nyatanya semakin ku rasa, aku semakin awam.

Maaf, atas persinggahan yang tak lagi bisa memberi lega. Untuk itu aku hanya memberi mu salam sapa. Sebab pada akhirnya, jejak itu akan menghilang seirama langkah yang berayun menjauh....

---

12 Maret 2010

Peluk


"... Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya."



Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku

Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu
Rasa sakitku

Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini jawabnya

Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera

Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata

Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya

Tak juga ku paksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama

(Lirik lagu by Dewi lestari feat Aqi Alexa)

***

Ketika hati tak lagi bisa disatukan dan ketika kebersamaan tak lagi menjadi cinta, apa harus dikata. Jujur adalah kata yang paling tepat untuk mengungkapkannya. Meskipun perpisahan adalah pilihan terbaik.

Mencintai bukan berarti kau akan memiliki selamanya, ada saatnya nanti kau harus merelakan dia yang kau sayang untuk pergi dari mu.  Percayalah, ketika kau mencintai seseorang dengan tulus, cinta itu tak akan kemana-mana. Ia akan selalu menemani mu sampai kapan pun....

***

Bagaimana Menurut Mu??

Kompetisi udah berakhir. Pemenangnya udah ditentuin. Meski bukan aku, sedih sih tapi nggak apa-apa. Ini bukan tentang menang ataupun kalah, yang penting aku udah kasih yang terbaik.

Trus, apa si black ini akan tetap nangkring di sini? Maksud aku itu tu, barnernya djarum black. 4 Bulan lebih dia nangkring di sudut blog aku, rasanya sudah menjadi atribut sendiri dari blog aku yang ngeblack ini. Sedih rasanya jika harus ditanggalkan. Apa aku akan terus pasang?? Hmm...perlu pendapat teman-teman nich? Gimana bagusnya? Apa temple aku tetap yang ini atau ganti??

Ini memang blog aku, suka-suka aku juga mau gimana. Tapi yang berkunjung and baca-baca kalian juga. Makanya aku minta pendapatnya. Apa kalian keberatan jika blog aku tetap ngeblack??

Please express your opinions.

---

09 Maret 2010

Ribuan Detik Untuk Mu



Akankah mentari pagi ini kan membawa mu pulang
kembali ketempat kau meninggalkan ku?
Selalu ku tunggu ribuan detik
Hingga malam menutup cerita hari ini....



Note : puisi ini diikutsertakan dalam lomba EKSPRESI PUISI CINTA SATU BAIT (Aliaz Blog)

04 Maret 2010

When You Believe

"Kamu kenapa masih bertahan di kampung sih, wit? Lapangan kerja di kampung kan sempit, kamu nggak bakal berkembang kalo jadi orang kampung terus, mending kamu ikut aku ke Jakarta. Aku bisa kasih kamu kerjaan yang lebih baik di kantor aku" Itu yang diucapkan teman ku lewat telpon beberapa minggu yang lalu.

Lagi dan lagi, tawaran dan bujukan itu tak henti-hentinya datang pada ku. Kadang membuat ku bimbang, dilema bahkan sesak. 

Tapi entah kenapa, kali ini aku tak menjawabnya. Hanya menyunggingkan sedikit senyum mungkin adalah tindakan yang tepat dari pada menjelaskan hal-hal yang tak kau mengerti.

"Gimana, wit?"

Kamu nggak bakal mengerti bagaimana perasaan ku, jika kau sendiri tak pernah mengalaminya. Mungkin suatu saat, ketika kau harus dihadapkan dengan pilihan antara cita-cita atau berbakti pada orang tua. Kamu tak akan mengerti, jika kamu masih memiliki orang tua yang normal dan lengkap. Kau tak akan mengerti itu, dan aku tak akan memaksakan kau mengerti dengannya. Aku hanya berharap, kau tak akan pernah mengalami hal yang sama dengan ku.

Andai kau tahu, aku tak ingin memilih jalan ini. Aku ingin cita-cita dan pengabdian ku bisa berjalan searah, tapi apa boleh buat, Tuhan memberi jalan yang lebih sulit bagi ku. Aku melakukan ini demi Ibu dan nenek ku. Dan aku tidak menyesal keputusan ku. 

"Pikirkan lagi, wit"

Aku selalu memikirkannya. Namun, bagi ku ini adalah keputusan yang tepat saat ini.  Suatu saat, entah kapan itu, aku selalu percaya bahwa Tuhan akan memberikan bingkisannya untuk ku.

Aku selalu percaya pada janji-janji-Mu, ya Rabb........

---


02 Maret 2010

Ia pun Bisa Berharap


Ini adalah foto adik teman ku, namanya Vivi. Aku baru saja mencurinya di album foto facebook kakaknya. Hihi...(sori ya, Sar). Nggak tahu kenapa waktu melihat foto ini, aku merasa wajah polos gadis ini seperti berbicara, membisikkan harapannya pada sesuatu. Entah apa yang dipintanya. Mungkin doa buat sang mama yang sudah bersama Tuhan atau salam rindu yang ia titipkan pada angin.

 

Dan ini adalah potret keceriaannya, hadiah yang ia berikan sebagai pengobat duka bagi papa dan kakak-kakaknya. Meski ia tak mengatakan, tapi aku yakin mereka bisa merasakan harapannya itu.

"Dia adalah warisan mama yang sangat berharga"

---


This is for u sarie udin. Hope u like this. Tetap kuat yach...^_*