Tampilkan postingan dengan label Romantic Scene. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romantic Scene. Tampilkan semua postingan

23 September 2012

KDrama : My Girlfriend is a Gumiho



"Aku dapat melihat dan mendengar hal-hal dari jauh. Tapi karena aku tidak bisa mendengar dan melihatmu sama sekali, kau pasti berada jauh dariku. 

Karena aku telah hidup sangat lama, aku tak tahu bagaimana waktu berlalu. Tetapi ketika aku tinggal bersamamu, aku bisa merasakan waktu berlalu. Aku ingin tinggal disisimu sebentar lagi saja. Hanya sebentar saja. Tetapi waktu berlalu begitu cepat ketika aku bersamamu. 

Ketika aku pergi, aku terus merasa kehilanganmu dan waktu berjalan sangat lambat. Rasanya seperti ini, karena hatiku telah jatuh untukmu. 

......kupikir waktu telah berjalan normal lagi"



22 Februari 2012

Dialogue

"Akankah kau jatuh cinta pada seseorang lagi? Akankah kau terlibat dalam dengan orang itu, agar hubungan itu tidak terjadi seperti ini lagi?"

"Ya, aku akan menghargai waktu yang ku miliki bersamanya. Aku akan mengatakan apa yang ku mau. Melihat hal buruk tentangnya, tetapi selalu bahagia. Itulah caraku jika suatu hari jatuh cinta lagi."

19 Februari 2012

Aku tahu kau tidak ingin pergi


would say


Kau kemana saja, de. Hampir setahun kau tak hadir disini. Tak tahukah kau banyak yang telah berubah? Kau tertinggal terlalu jauh. Entah episode keberapa sekarang, aku lupa. Yang pasti kau akan terkagum-kagum mendengarkan ceritaku nantinya.

"Apa saja yang berubah disini? Kulihat sama saja. Satu persatu mereka pergi--meninggalkanku. Bisakah tidak mempermasalahkan jika akhirnya aku menginginkannya juga?"

Kau ingin pergi? Ugh, aku tak yakin! Aku tahu isi kepalamu. Abjad-abjad itu tak mengosong dari benakmu. Setiap saat kau selalu berusaha merapikannya satu persatu hingga membentuk kata yang pastinya akan kau kirimkan padaku. Jangan bohong! Aku tahu kau tidak ingin pergi.

"Well, kau benar. Aku hanya kesal dengan mereka yang pergi. Tanpa berpamitan. Tanpa memberi kabar. Kau tahu, aku benci ditinggalkan. Aku benci merasa rindu. Tapi sesekali aku merasa lelah menunggu jemariku merangkai abjad-abjad itu menjadi kata. Sesekali aku merasa putus asa karena tak bisa mengirimkan pesan untukmu. Aku paling benci situasi itu! Lalu apa yang harus aku lakukan?"

Untukku, kau tidak perlu memaksakan diri. Ada kalanya kau harus menepiskan aku sejenak dari pikiranmu. Membuat sesuatu yang pernah ada menjadi seolah tidak pernah terjadi. Aku tidak keberatan. Karena aku tahu, suatu saat kau akan merasa kehilangan. Kau kehilangan kenangan tentang aku. Lalu mulai merindukan kehadiranku disana. Percayalah, saat hari itu terjadi, aku akan datang melepas sesakmu. Bersama-sama kita akan menyusun abjad itu menjadi kata, kalimat, lalu sebuah cerita. Tidak perlu saling mengirim--aku akan membacanya sendiri. Tahukah kau? Cinta itu tak selalu harus di tempat. Tapi ia selalu ada tanpa kau kirimkan undangan apapun. Dia akan selalu disini, sama sepertiku...




25 Juli 2011

Adorable


Dari yang pernah kulihat sejauh ini, 
pemandangan terindah adalah,
saat pasangan tua berjalan bersama
(Gretagarco)



Hidup sebagai pasangan adalah seperti percakapan panjang.
Tanpa kata-kata,
takkan ada pengertian.
Emosi takkan dimengerti tanpa dikatakan
(Nietzshe) 

16 Desember 2010

Negeri Selatan (Lanh Tho Phia Nam)



Jika laut bisa bicara, dan jika angin jatuh cinta pada pasir. Jika hasratku hilang dalam kehampaan. Aku akan mendengarkan suara ombak. Biarkan angin meniup rambutku.

Cintaku padamu membesar seiring waktu. Musim panas tiba saat musim semi pergi. Akhirnya aku sadar dengan intropeksi diri.

Saat matahari bersinar kembali di negeri Selatan yang hujan. Aku coba menyelesaikan kisah cinta masa lalu. Saat matahari pergi, negeri Selatan terlalu cerah.

Akankah kau berikan kembali, seluruh cinta yang telah kau ambil. Sebelum kau mengatakan selamat tinggal.

Laut biru. Bintang bersinar terang. Tanganku hampa tanpamu. Langit abadi saat malam-malam kesepianku. Maafkanlah keragu-raguanku untuk menyatakan cinta padamu...

*****


lirik lagu ditranslete dari lagu Van Fan - Lanh Tho Phia Nam, ost film CAPE No. 7

17 September 2010

Poem of love


...lalu akan kuciptakan beribu-ribu puisi untukmu, kekasih hati.
tidak lewat tulisan,
tidak dengan kata,
tapi bersama senyuman yang kan memayungi harimu setiap saat...

06 September 2010

Malaikat Penjaga

Tuhan sudah mengirimkan malaikat penjaga kepadaku. Setidaknya itu menurutku. Meski sebenarnya tidak. Tapi kedatangannya seperti melihat oase di gurun pasir yang tandus--menyejukkan. Dan aku sangat merindukannya.

Baru 3 hari yang lalu dia datang, maksudku kembali dari masa lalu yang ingin kusimpan saja. Tapi kenyataan dia datang. Lalu menyapaku dengan tulus.

Entah apa yang telah terjadi padanya. Dia berubah, jauh dari yang selama ini kuperkirakan. Atau aku yang mungkin dulu tidak benar-benar mengenalnya. Entahlah. Yang pasti, dia menjadi lebih baik dan aku sangat senang dengan perubahan itu.

Dia mengajarkanku banyak hal. Tentang dunia lain di atas sana yang lebih indah dan lebih pantas untuk dirindukan. Lalu tentang cinta. Cinta yang begitu besar, tak lelah memberi dan cinta yang tak mudah putus asa. Yaitu cinta kepada-Nya, pemilik Sang Pencipta cinta.

Ketika Cinta bertasbih Nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud syukur padamu atas segala cinta

Mungkin begitulah soundtrack yang terus menggema ditelingaku kini. Seperti berteriak, mengingatkan dan ia terus memenuhi ruang pikirku.

Benar jika dulu aku pernah mencintainya, bahkan sampai saat ini--dan cinta itu lantas beralih arah menjadi sesuatu yang sangat indah dibandingkan kata cinta itu sendiri. Aku mengagumi, menghormati dan menyanjungnya. Dan itu membuat hidupku terasa lebih indah.

Dia seperti malaikat pejaga yang diutus Tuhan untuk menemuiku. Sungguh, aku sangat merindukan sosok itu. Sosok yang akan memimpinku ke arah yang lebih baik.

Mungkin mimpi. Mungkin terlalu dini. Mungkin juga hanya harapan semu. Tapi aku berharap, dia akan menjadi IMAMku, kelak. Jikapun mustahil, setidaknya aku bahagia pernah bertemu dengan seseorang seperti dia--dan rasa syukur itu tidak henti-hentinya kuucapkan kepada-Nya, sang pemberi kebaikan.

"Terimakasih ya Allah. Kujadikan nikmat ini sebagai berkah Ramadhan yang sangat tak ternilai harganya. Biarkan nikmat ini menjadi penuntun hidupku ke jalan Surga yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya hanya kepada-Mu aku berserah atas semua yang Engkau kuasakan kepadaku. Amiin ya rabbal alamin..."

*****

Rasulullah bersabda, "Tiga sifat sesiapa yang memilikinya, akan merasakan kelezatan iman yaitu jika ia mencintai Allah dan Rasulnya lebih dari yang lain. Jika dia mencintai sesama manusia semata-mata karena Allah dan jika ia enggan kembali kepada kekufuran setelah diselamatkan Allah daripadanya, sebagaimana ia enggan dimasukkan ke dalam neraka".


Untuk dia, malaikat penjagaku...

21 Agustus 2010

Still Here

Saat rasa ini mendekat, aku tahu perahunya sudah lama menjauh atau mungkin saja telah berlabuh di perhentian terakhirnya. Dan di sini, aku hanya menatap langit biru yang sepi ditinggalkan kepak sayapnya. Tiada lagi derap langkah memburu, tiada lagi ketukan di pintu, tiada lagi cengiran lebarnya menyambutku--dia sudah pergi. Dan aku akan tetap disini menunggunya kembali--meski entah kapan.

No body want to wait forever

Mungkin benar. Menunggu itu melelahkan. Tapi aku sudah memutuskan untuk menunggu--untuk yang kesekian kalinya. Sebab aku tahu penantian itu bukan tanpa ujung. Aku percaya, dia akan pulang dan menemuiku di sini. Dia akan kembali menagih Jingga yang dia tinggalkan untukku. Aku percaya, kami akan kembali bersama merajut senja.

Maka dari itu, aku berdiri di sini. Menatap rindu pada camar-camar yang beterbangan di langit senja. Tidak ada cerita yang habis setelah ia tinggalkan. Sebab aku akan selalu di sini menggoreskan liriknya.

"Aku tahu kau akan pulang. Karna kau sudah berjanji. Kau tahu akan menemukanku dimana, kan?"

Cepatlah pulang.

Because, I'm waiting for you

29 Juli 2010

Apakah ada yang tahu rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai?

"Aku tahu".

"Aku memang baru mengenalnya, tapi rasanya aku sudah mengenalnya seumur hidup. Dan tiba-tiba saja aku sadar dia telah menjadi bagian yang penting dalam hidupku.

"...Hidup itu sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya orang yang tidak bolehku dapatkan. Kata-kataku mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi percayalah aku rela melepaskan apa saja, asal bisa bersamanya. Tetapi apakah manusia bisa mengubah kenyataan?

"Satu-satunya yang bisa kukalukan sekarang adalah keluar dari hidupnya. Aku tidak akan melupakan dirinya, tetapi aku harus melupakan perasaanku padanya walaupun itu berarti aku harus menghabiskan sisa hidupku mencoba melakukannya. Pasti butuh waktu lama sebelum aku bisa menatapnya tanpa merasakan apa yang kurasakan setiap kali aku melihatnya. Mungkin suatu hari nanti--aku tidak tahu kapan--rasa sakit ini akan hilang dan saat itu kami baru akan bertemu kembali."

****


Dikutip dari Novel Autumn in Paris karya Ilana Tan

26 Juli 2010

satu hal, kadang tak bisa padam begitu saja



tentang langit,
tentang bumi,
tentang awan,
tentang hujan,
tentang langkah yang mulai mereda,
tentang tawa yang tak lelah merenda,
apakah dunia kelak akan melukiskan kisah ini,
tentang alur yang tak berarah,
apakah dunia tahu semua hal,
tentang cinta,
tentang renta,
tentang keabadian
lalu tentang kita,
kisah cinta sepanjang masa...

07 Juli 2010

Ketidaksempurnaan itu membuatku bertahan


Seperti hidup,
cinta pun lahir dengan tidak sempurna,
tapi aku akan selalu belajar untuk menyempurnakannya,
paling tidak, membuatnya sama.
Seperti hidup,
aku akan terus berjuang mencintai ketidaksempurnaan itu,
meski dengan cinta yang tidak sempurna ini.
Aku akan terus belajar,
bagaimana caranya mencintaimu,
bagaimana caranya menerima semua kekurangan yang ada padamu,
dan aku akan terus berjuang,
bagaimana caranya cinta itu akan tetap abadi tertinggal,
meski diawali oleh sesuatu yang tidak sempurna.

I'll try,
and I'll be there for you...



****

Ps. Untuk sahabatku yang mencintai ketidaksempurnaan kekasihnya. (Mega)

02 Juni 2010

It's Always Been You

Sepi. Hening. Kosong. Hampa. Sebuah kata yang bersininom sama. Berulang-ulang kali ku hembuskan hanya untuk menggambarkan situasi yang ku rasakan, pada saat ini, di sini. Sama sekali berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari itu di sini, ketika bersama mu.

Masih terlihat jelas bayang-bayang mu menari-nari mengitari ruangan ini. Mondar-mandir dengan earphone terpasang di telinga. Kau tak mengiraukan ku yang berteriak marah, menyuruh mu diam dan tutup mulut. Kau bahkan tak menganggap kehadiran ku disitu.

Lalu aku melihat mu duduk manis, tersenyum puas pada sekerat roti mentega dan secangkir susu yang masih mengepulkan asap. Puas, sebab kau telah mengambil sebagian jatah sarapan pagi ku. Membuat ku merengut kesal sepanjang pagi itu.


Lalu ketika itu, kau menarik ku ke dekat jendela hanya untuk memaksa ku menyaksikan semburat mentari yang berwarna tembaga. Persis di samping ku, kau berdiri, tersenyum menawarkan sesuatu yang berbeda dari hari-hari terberat yang telah kita lewati bersama.


Bila aku tak melihat jelas ketulusan di mata itu, barangkali aku tak akan percaya, dan mengucapkan serapah seperti yang biasa kita lakukan. Tapi kali itu, aku malah mengejutkan diri ku sendiri dengan menyambut tawaran mu. Aneh. Sesuatu yang tak biasa terjadi.

Dan saat itu, kau tahu adalah hari terindah sepanjang hidup ku. Hari yang tak akan pernah bisa ku lupakan selamanya.

Lalu...tiba-tiba saja aku melihat mu di situ. Diam. Membeku. Lebih tepatnya terbujur kaku. Kau tak bergerak, bergeming. Bahkan ketika aku mengomel-ngomel pada mu. Tidak seperti biasanya, kau tidak menjawab. Kau tetap bungkam. Bahkan setelah aku menangis, hal terlarang yang selalu kau ingatkan pada ku.

"Jangan menangis" Kau bahkan tak mengucapkan itu dan mengusap lembut butiran yang menetes di pipi ku. Kau menutup mulut mu. Membiarkan ku berteriak sesuka ku. Kau tidak berkata-kata, bahkan untuk menjawab berjuta-juta rasa yang ku kirim kan. Tidak seperti biasa, telepati ku tidak berfungsi.

Kau terdiam selamanya. Meninggalkan ku dengan pertanyaan yang tak terjawab.

Lalu...bertahun-tahun terlewatkan dengan sepi. Merangkak lambat dalam hitungan jari ku. Bayangan itu tidak enyah begitu saja.

Hari ini bertepatan dengan hari itu, aku kembali. Duduk sendiri dalam diam. Menggengam secangkir coklat susu yang masih mengepul panas. Di luar sana, gerimis turun dengan perlahan. Aku mendesah pelan. Melirik secangkir coklat yang tak berpenghuni di seberang ku. Aku membiarkan asapnya menari-nari, lalu dingin dan membeku. Tak seorang pun yang kan mengenggam gagangnya.Tidak ada diri mu lagi.

Aku manangis dalam hening yang tercipta. Tahun-tahun telah berlalu. Rambut ku sudah memutih. Kulit ku sudah mengerut. Mata ku sudah tak awas lagi.

Tapi bahkan sedetik pun, bau masa lalu tidak beranjak dari ruangan ini. Di situ ada kau dan aku. Sedang bercengkrama dengan umpatan. Sedang berebut saling mendahului. Sedang menyembunyikan rasa yang tercipta tiba-tiba. Nyaris tidak ada yang berubah. Bahkan dengan perasaan ku.

Tahun-tahun telah berlalu. Musim dan waktu telah berganti. Namun dihati ku, tidak satu musim pun beranjak. Disana hanya ada satu musim, yaitu musim kau dan aku. Musim ketika cinta kita bersemi.

Kau tahu, di sini selalu ada diri mu. Dan hanya diri mu.

It's Always been you...


Bungkam

Aku mencoba mengukur bayang-banyang mu petang itu,
dalam bejana rindu yang ku isi dengan volume yang meluap hingga melebihi kapasitas ruang yang tersedia.
Aku melihat sosok mu menjauh, tampak samar dan letih.
Kau merangkulkan rasa mu rapat-rapat dengan sepotong senyum yang tersungging dengan sinis.
Bodoh.
Kau pikir sudah berapa lama aku mengenal mu?
Sehari...Dua hari...Tidak. Tujuh tahun...!!
Itu bukan waktu yang singkat untuk mengenal mu dengan baik
Aku bahkan dapat membaca arti senyum mu itu.
Senyum yang kau tawarkan dengan kepura-puraan, sekedar menutupi kegalauan yang kau simpan diam-diam.
Mata ku mengikuti bayang mu menghilang di dalam kabut.
Dalam hening. Ku biarkan kau pergi begitu saja. Meski diam-diam, aku mengharapkan kau berbalik dan mendatangi ku dengan ejekan-ejekan khas mu. Itu lebih baik, ketimbang kau membungkam seperti ini.
Nyatanya, lama ku tunggu di situ, kau tak juga kunjung datang. Bahkan untuk sekedar menepiskan gumpalan salju yang memutih di rambut ku.
Tak terasa, kau benar-benar sudah menjauh. Menghilang dari pandangan ku.
Hati ku menjadi sakit sendiri, begitu pengecutkah kau hingga tak mau berbalik meski untuk melambaikan tangan. Aku membenci egois mu itu, tapi aku lebih membenci diri ku yang membiarkan mu pergi begitu saja.
Kau tahu, hati ku membeku tiba-tiba... 

09 Maret 2010

Ribuan Detik Untuk Mu



Akankah mentari pagi ini kan membawa mu pulang
kembali ketempat kau meninggalkan ku?
Selalu ku tunggu ribuan detik
Hingga malam menutup cerita hari ini....



Note : puisi ini diikutsertakan dalam lomba EKSPRESI PUISI CINTA SATU BAIT (Aliaz Blog)

14 Februari 2010

JUST FOR U (Edisi Puisi Cinta Wiwit)

 
 Ini bukan tentang Hari Valentine. Sama sekali bukan. Tapi ini tentang perasaan yang ku pendam dalam ribuan detik, untuk mu. 
Just For You

---

Siapa dia?
yang memberi ku kekuatan untuk terus hidup
mengajari ku melihat cahaya dalam gelap
meski tertatih-tatih dia membimbing ku menyusuri kegelapan ini
Sungguh siapakah dia?
mungkinkah ia malaikat tanpa sayap?
(301207)
---

Resah ku berteriak pada derai hujan
pekak
mengalahkan kerasnya suara petir
kedinginan ku basah kuyup
namun tiada jua dinginkan bara cinta ku pada mu...
(110308)
---

Tentang kamu,
seperti bertanya pada dinding yang tak bernyawa
bercerita dengan irama sunyi yang ia senandungkan
Tentang kamu,
bagai bertanya pada gelombang ombak di lautan
berkisah dengan debur yang ia ciptakan
Tentang kamu,
bagai bertanya pada malam yang tak bertuan
bertutur dengan kegelapan dan kehampaan
Segala tentang kamu,
seumpama mengisahkan ketidakmengertian....
(270508)
---

Bagaimana cara ku katakan padanya,
bahwa pelangi ku tenggelam di balik mendung
Bagaimana menjelaskan padanya,
bahwa mendung itu tak jua menjadi hujan
padahal raga ku membutuhkan siramannya
Dan bagaimana menceritakan padanya,
bahwa lentera hati ku meredup tanpanya
Aku tak tahu cara mengungkapkannya,
mestikah ku katakan padanya
semua hal yang tak pula ku mengerti??
(140708)
---

Aku tak melupakan mu
meski sentuhan mu tak lagi ku rasakan
meski tangan kecil ku tak lagi menjabat erat jemari mu
Aku tak kan pernah melupakan mu
meski waktu menyeret langkah mu menjauh dari hadapan ku
Aku hanya ingin mengingat mu selamanya
meski bara kasih mu semakin memudar padam...
(280808)
---

Inilah sebahagian puisi-puisi yang ku tulis sendiri, tercipta dengan tiba-tiba sebagai ungkapan ku buat seseorang. Sudah lama ku tulis dalam buku harian ku, dan baru hari ini aku bisa menceritakannya pada dunia. Syuku-syukur si "dia" yang dulu jadi sumber inspirasi bisa bacanya. Semoga deh.

Oh ya, khusus buat puisi yang terakhir, aku mau bingkisin buat ikutan lomba Puisi Cinta Mbak Venus. Yach, semoga saja suka dengan puisi ku.

---

13 Februari 2010

Pada Suatu Ketika



Inilah sepenggal kisah tentang kita
Pada suatu ketika 
di suatu petang nan jingga
Apa kau masih mengingatnya?

03 Februari 2010

Teruntuk Cinta Yang Kamu Miliki

Katanya, Febuari adalah bulan cinta. Nggak tahu mereka dapat istilah itu dari mana, tapi bolehlah buat ngisi pundi-pundi cinta di blog ku. Alah...Hmm...untuk itu, aku mau majang foto-foto romantis nich yang aku dapat dari berbagai  tempat. Eits, jangan mikir macem-macem ya setelah ngelihat foto-fotonya. Itu cuma foto, tapi cukuplah bikin kamu senyum malu-malu. Hihi....

 

  


  

  

  

  

Gimana, bikin ngiri nggak sih. Hihihi...sebenarnya ada pesan juga yang bakal aku kasih bahwa cintailah pasangan mu, seperti kamu mencintai diri mu sendiri. Soalnya kamu beruntung banget lho, bisa memiliki pasangan, kan masih banyak diluar sana orang-orang yang masih sendiri (termasuk aku hihi..promosi), masih banyak orang-orang yang berharap mendapat pasangan tapi belum dipertemukan oleh nasib

Jadi hargailah apa yang sedang kamu miliki sekarang, sebelum kamu kehilangan dan nggak memiliki sama sekali. Itu pesan cintanya di awal Febuari ini. Eh, ada satu foto yang ketinggalan, dan ini mungkin bakal nyadarin kamu akan sesuatu



Hihi...masa' kalah sama kucing seeeh......

22 Januari 2010

I'm Happy Now



Wah, senang banget rasanya. Sampai terharu dan ingin nangis. Hihi...pasti pada penasaran deh, kenapa. Aku baru aja nemuin akun FB ngebetan. Hihi...senangnya. Pengen senyum mulu. Udah 4 tahun nggak ketemu si dia. Udah dicari-cari kemana-mana, baru kali ini nemu. Sekali lagi rasanya happy benget. Lebay yach...

Mau gimana lagi. 4 tahun bukan waktu yang singkat buat memendam rasa rindu. Pengen lihat dia, ngebreak lagi. Oh ya, aku pernah cerita kan, kalo si dia adalah seorang B-boy.  Pengen lihat dia main gitar plus nyanyi lagi, trus pengen lihat kepala plontosnya. Senyum manis nya juga boleh. Namanya...hmm...Tomi. *malu-malu*. Hihi...berasa ABG lagi.

Waaah...tahu nggak sih rasanya gimana? Susah diungkapkan dengan kata-kata deh. Aku aja nggak tahu harus nulis apa lagi. Hehehe...

Yang pasti aku mau berbagi sama teman-teman semua. Di saat senang maupun susah. Yakin deh, kalo baca ini, kalian juga bakal ngerasa geli and sedikit kebayang sama konyolnya saat-saat jatuh cinta. Wkwkwkw...jadi kepengen ketawa mulu. Muka udah terasa pegal, senyum mulu. Hihi...

Cihuuuuuuyyyy

I'M HAPPY NOW.....

26 November 2009

Bersama Mu



Aku yakin,
Kita tak butuh apa pun untuk membuat dunia ini menjadi indah
Bersama mu, itu lebih dari cukup untuk melukiskan semuanya

---