Ini bukan tentang Hari Valentine. Sama sekali bukan. Tapi ini tentang perasaan yang ku pendam dalam ribuan detik, untuk mu. Just For You
---
Siapa dia?
yang memberi ku kekuatan untuk terus hidup
mengajari ku melihat cahaya dalam gelap
meski tertatih-tatih dia membimbing ku menyusuri kegelapan ini
Sungguh siapakah dia?
mungkinkah ia malaikat tanpa sayap?
(301207)
---
Resah ku berteriak pada derai hujan
pekak
mengalahkan kerasnya suara petir
kedinginan ku basah kuyup
namun tiada jua dinginkan bara cinta ku pada mu...
(110308)
---
Tentang kamu,
seperti bertanya pada dinding yang tak bernyawa
bercerita dengan irama sunyi yang ia senandungkan
Tentang kamu,
bagai bertanya pada gelombang ombak di lautan
berkisah dengan debur yang ia ciptakan
Tentang kamu,
bagai bertanya pada malam yang tak bertuan
bertutur dengan kegelapan dan kehampaan
Segala tentang kamu,
seumpama mengisahkan ketidakmengertian....
(270508)
---
Bagaimana cara ku katakan padanya,
bahwa pelangi ku tenggelam di balik mendung
Bagaimana menjelaskan padanya,
bahwa mendung itu tak jua menjadi hujan
padahal raga ku membutuhkan siramannya
Dan bagaimana menceritakan padanya,
bahwa lentera hati ku meredup tanpanya
Aku tak tahu cara mengungkapkannya,
mestikah ku katakan padanya
semua hal yang tak pula ku mengerti??
(140708)
---
Aku tak melupakan mu
meski sentuhan mu tak lagi ku rasakan
meski tangan kecil ku tak lagi menjabat erat jemari mu
Aku tak kan pernah melupakan mu
meski waktu menyeret langkah mu menjauh dari hadapan ku
Aku hanya ingin mengingat mu selamanya
meski bara kasih mu semakin memudar padam...
(280808)
---
Inilah sebahagian puisi-puisi yang ku tulis sendiri, tercipta dengan tiba-tiba sebagai ungkapan ku buat seseorang. Sudah lama ku tulis dalam buku harian ku, dan baru hari ini aku bisa menceritakannya pada dunia. Syuku-syukur si "dia" yang dulu jadi sumber inspirasi bisa bacanya. Semoga deh.
---